Mempelajari Bahasa dan Budaya Suatu Negara Menjadi Tantangan Tersendiri

Sedangkan Direktur Erasmus Training Centre (ETC), Fons van Oosterhout, pun menghadiri acara ini dan menjadi pemateri kunci (keynote speaker) pada pelatihan singkat ini. Dengan mengusung tema ‘Why Should We Learn the Dutch Language and Culture?’, Fons menyebutkan beberapa alasan penting mengapa bahasa Belanda perlu dipelajari dan dikuasai. Diantaranya karena bahasa Belanda sangat relatif mudah untuk dipelajari karena memiliki akar bahasa yang sama seperti Inggris dan Jerman, dan bahkan hampir 5000 kata.

Serapan Bahasa Indonesia juga berasal dari bahasa Belanda, jelasnya. Lebih jauh lagi ia juga tegaskan bahwa dengan mempelajari bahasa, kita pun dapat menciptakan peluang karir kerja yang lebih baik di masa depan.

Materi pelatihan daring 90 menit belajar Bahasa dan budaya akademik Belanda diawali dengan materi dari Dr. Muhammad Latif Fauzi (Alumnus Program Beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama RI di Leiden University, Belanda). Dr. Latif yang merupakan merupakan bagian dari angkatan pertama penerima beasiswa 5000 Doktor ini mengisahkan pengalamannya melanjutkan kuliah S3 di Belanda dengan beasiswa 5000 Doktor sekaligus mengenal budaya akademik Belanda. “Belanda sudah seperti rumah ‘akademik’ kedua dalam hidup saya, karena saya menyelesaikan studi S2 dan S3 di negeri tulip ini,” terangnya.

Gentha Sally (Admission & Outreach Erasmus Training Centre, Jakarta) bertindak sebagai pembicara kedua dan menyampaikan informasi seputar program kursus bahasa Belanda dari Erasmus Training Centre (ETC) Jakarta serta materi terkait budaya masyarakat Belanda. Sally menyebutkan salah satunya “apabila kita ingin bertemu atau membuat janji (appointment/meeting) dengan orang Belanda, kita sebaiknya membuat janji temu dari jauh-jauh hari dan jangan sampai terlambat datang di waktu yang telah disepakati”, ini karena budaya masyarakat Belanda yang sangat on time, ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI