Menristekdikti Dorong Sistem Pembelajaran Online

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Menristekdikti Prof Dr M Nasir menyatakan pada era revolusi industri 4.0 sistem pembelajaran di perguruan tinggi tidak bisa lagi dibatasi ruang kelas dengan sistem tatap muka. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat mendorong berkembangnya sistem pembelajaran secara online atau sistem daring.

"Saat ini, kita tak bisa lagi berhenti hanya menggunakan pada model perkuliahan tatap muka atau face to face, karena kuliah tatap muka akan mengalami pergeseran dengan teknologi informasi yang sangat pesat," tandas Prof Nasir kepada wartawan sebelum tampil sebagai prmbicara pada diskusi ‘Pengembangan Pendidikan Tinggi Swasta di Era Revolusi Industri 4.0’ di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (24/02/2018).

Dalam diskusi jarak jauh melalui teleconference dari aula Gedung Induk Siti Walidah Kampus Pabelan terkoneksi dengan lima Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) lain yakni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka dan Universitas Muhammadiyah Kaltim. Prof Nasir menjelaskan program pembelajaran secara online untuk antisipasi perkembangan.

Bagi Indonesia perkulihan secara online juga menjawab berbagai persoalan yang ada, diantaranya terbatasnya jumlah dosen atau terbatasnya daya tampung. Dengan mengandalkan perkuliahan face to face penduduk Indonesia banyak yang tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi.

"Daya tampung perguruan tinggi sangat terbatas dan perkembangan TI mampu menjawab kebutuhan. Karena seorang dosen bisa mempunya 1000 mahasiswa,” katanya.

Padahal dengan pembelajaran tatap muka dibatasi dengan rasio 1 : 30 untuk eksakta dan 1 :  40 untuk ilmu non-eksakta. (Qom)

BERITA REKOMENDASI