Menristekdikti Dukung Pendirian Poltek PU Semarang

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyatakan bahwa fokus pengembangan pendidikan tinggi 2015- 2019 adalah pengembangan pendidikan vokasi (revitalisasi pendidikan vokasi). 

Hal ini sangat penting sebagai upaya penyiapan sumber daya manusia (SDM) terampil dan bersertifikasi yang sangat dibutuhkan dunia kerja dan industri. Karena itu, Kemenristekdikti menyambut baik dan mendukung inisiatif dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  untuk mendirikan Politeknik Pekerjaan Umum (Poltek PU) Semarang yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang pekerjaan umum dan konstruksi di Indonesia yang saat ini jumlahnya sangat terbatas.

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjukkan bahwa setiap pembangunan infrastruktur yang bernilai sekitar Rp 1 triliun dapat menyerap 14.000 tenaga kerja. Namun demikian dari total tenaga kerja konstruksi di Indonesia sekitar 8,1 juta orang, 74% merupakan’ unskilled labour ‘dengan pendidikan di bawah jenjang sekolah menengah atas (SMA). Dari jumlah tenaga kerja konstruksi tersebut baru 485.534 orang (5,97%) yang memiliki sertifikasi kompetensi.

"Pengajuan Pendirian Poltek PU ini merupakan langkah yang bagus untuk mensuplai tenaga kerja yang berkompeten khususnya bidang konstruksi. Lulusan Poltek PU diharapkan tidak cukup memiliki ijazah, namun harus mendapat sertifikat kompetensi," kata Menristekdikti pada acara Penyerahkan izin Prinsip Pendirian Politeknik Pekerjaan Umum kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Ruang Serba Guna Gedung Kementerian PUPR, Jakarta Kamis  (27/12/2018).

Pendirian Poltek PU Semarang ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar pendidikan vokasional lebih ditingkatkan untuk mensuplai tenaga kerja terampil dan bersertifikat. Kemenristekdikti telah merancang berbagai kebijakan dan program terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. (Ati)

BERITA REKOMENDASI