Menteri Nasir Bakal Maksimalkan Anggaran untuk Riset

MEDAN, KRJOGJA.com – Dari total anggaran Rp24,9 triliun untuk riset di Kemristekdikti, baru Rp10,9 triliun yang benar-benar terserap. Sisanya, digunakan untuk kegiatan lainnya seperti pelatihan dan lainnya yang dinilai kurang mendukung.

Terkait hal itu, Menristeksikti Mohamad Nasir menegaskan anggaran tersebut harus dikembalikan untuk pengembangan riset. "Harus dikembalikan ke yang utama. Masalah risetnya ini," ujar Nasir di sela-sela Rakernas 2018 di Universitas Sumatera Utara, Medan, Rabu (17/1/2018).

Ia mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan perjalanan dinas yang dilakukan jajarannya. Dengan catatan, hal tersebut masih berkaitan dengan riset.

"Perjalanan dinas untuk riset, konsumsi untuk riset silakan. Tapi bukan konsumsi untuk pelatihan," tegasnya.

Sementara, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang menjadi keynote speaker dalam Rakernas Kemristekdikti 2018 mengatakan Rakernas ini menjadi penting demi kemajuan bangsa Indonesia.

"Di tangan bapak ibu ditentukan nasib bangsa untuk pondasi membangun bangsa yang maju. Kalau gagal, maka negeri ini jadi middle income," ujar Sri Mulyani.

Dikatakan Menkeu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah menyampaikan bahwa perguruan tinggi harus mampu melahirkan konsep pendidikan yang mampu menjadikan bangsa ini kompetitif dan inovatif.

"Sehingga dapat memenangkan persaingan dari bangsa lain. Harapan bapak Presiden sangat tinggi pada bapak ibu sekalian," tandas Sri Mulyani. (*)

BERITA REKOMENDASI