Menteri Susi Pudjiastuti Terima Gelar Doktor HC di Undip

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG (KRjogja.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti menerima gelar Doktor Kehormatan atau Doktor Honoris Causa (Dr HC)  dalam bidang Kebijakan Pembangunan Kelautan dan Perikanan dari Undip yang diserahkan Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama MHum di kampus setempat, Sabtu (3/12).

 

“Proses pemberian gelar DR HC melalui serangkaian tahapan panjang seraya meneliti karya-karya serta kebijakan-kebijakan yang diterapkan dan dilakukan Bu Susi saat mulai memimpin Kementrian Kelautan dan Perikanan. Tim guru besar Undip yang meneliti akhirnya pada kesimpulan kalau Menteri Kelautan ini layak mendapatkan gelar DR HC karena kebijakannya sangat bernuansa ilmiah, runtut dan berkesinambungan. Kebiajaknnya dimulai dari Kedaulatan, kemudian keadilan, sustainable dan kesejahteraan. Lalu dilengkapi dengan tindakan berupa penenggelaman kapal asing illegal. Tak ketinggalan pula Susi Pudjiastuti diuji oleh tim KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dan hasilnya sangat tinggi nilai 9 atau setara dengan kualifikasi seorang doktor” ujar Rektor dalam pidato pengantar penganugerahan Dr HC pada Susi Pudjiastuti.

Sementara itu pada pidato penganugerahan, Dr Hc Susi Pudjiastuti berkali-kali menyeka air mata yang menetes karena menangis terharu dirinya yang merasa hanya lulusan SMP (droup out kelas 2 SMA) dipercaya Undip menerima gelar doctor honoris causa. Tangis Menteri kelautan dan Perikanan pecah manakala di akhir pidato menyampaikan terimakasih pada berbagai pihak terutama teringat pada almarhum bapaknya (Ahmad Karlan) dan Ibunya Suwuh Lasminah. Berkali kali dirinya menyeka air mata dan kadang berhenti sejenak dalam berpidato karena terharu. Tangis kembali pecah saat dirinya bercerita tentang Presiden Jokowi yang mempercayai dirinya sebagai menteri, meski Susi Pudjiastuti hanyalah lulusan SMP dan merasa dirinya sangat terhormat dijadikan menteri oleh Presiden Jokowi serta keberanian luar biasa bagi Presiden yang berkenan mengangkat dirinya menjadi menteri.

Kebijakan keras tentang pemberantas illegal fishing, penenggelaman kapal-kapal asing yang terbukti melanggar mencuri ikan dan lain-lain, ujar Susi Pudjiastuti, mendapat dukungan penuh dari Presiden dan membawa dampak positif luar biasa saat ini.  Kalau dulunya Indonesia nomor 3 sebagai negara penghasil produk kelautan dan perikanan di Asean, sekarang menjadi nomor satu. Karena illegal fishing, dalam 10 tahun terakhir jumlah nelayan menurun dari 1,6 juta menjadi 800 ribu, sekarang ini sudah mulai bertambah, begitupula devisa yang dihasilkan dari sektor kelautan dan pajak hasil laut sangat meningkat signifikan.  (sgi) 

 

 

BERITA REKOMENDASI