Morotarium Pembangunan Villa Di Lawu Dibutuhkan

SOLO (KRjogja.com) – Pembatasan pembangunan villa di sekitar hutan lindung Gunung Lawu sudah saatnya dilakukan. Sebab, pembangunan villa tidak saja muncul di wilayah Karangpandan dan Tawangmangu, tapi sudah merambah di daerah hulu seperti Jenawi. 

"Jika hal ini tidak mulai dibatasi akan merusak ekosistem dan bisa menimbulkan bencana longsor. Pemerintah Kabupaten Karanganyar harus menyusun peraturannya agar para pihak yang nekat membangun villa di kawasan terlarang bisa diberikan sangsi," jelas Staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Rhina Uchyani Fajarningaih usai meraih gelar doktor ilmu lingkuangan, Rabu (14/12/2016).

Apalagi, lanjut Dr Rhina, konstruksi bangunan yang muncul tidak ramah lingkungan. Kawasan di atas rentan erosi, namun bangunan villa cenderung menggunakan konstruksi beton dan genteng pres. "Kalau hal ini tidak dibatasi saya kawatir bisa menjadi penyebab timbulnya bencana seperti yang pernah terjadi di kawasan Puncak Jawa Barat."

Menurut Dr Rhina kondisi lingkungan hutan lindung di kawasan Gunung Lawu bagian Barat masih baik. Itu karena adanya pengelolaan hutan lindung yang melibatkan masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Ada 17 LMDH yang masing-masing beranggota sedikitnya 100 orang. (Qom)

UNS

BERITA REKOMENDASI