Negara Majemuk, Rentan Konflik Berbau SARA

SLEMAN (KRjogja.com) – Indonesia sebagai salah satu negara paling majemuk di dunia. Hal tersebut selain memunculkan dampak positif, namun dapat pula pula dianggap suatu kelemahan. Karena tidak luput dari pengaruh destruktif konflik berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan antargolongan).

Kondisi tersebut membuat Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan Konferensi Internasional Psikilogi 2016. Mengambil tema 'Manusia memaknai suku, budaya dan agamanya: Peran psikologi dalam menangani konflik dan memelihara keharmonisan masyarakat majemuk'. Acara ini sendiri menghadirkan pembicara utama dari Jepang, Australia, Amerika Serikat dan tentunya Indonesia.

"Psikologi sebagai salah satu disiplin ilmu yang mengkaji perilaku manusia dan manusia. Tentu saja memiliki peran penting dalam menfasilitasi penanganan konflik dan pemeliharaan keharmonisan masyarakat," kata Robertus Landung Eko Prihatmoko MPsi Psi selaku koordinator acara dalam jumpa pers, Jumat (29/07/2016).

Menurut Landung, setiap manusia pasti memiliki kekhasan masing-masing. Hal tersebut otomatis memunculkan adanya perbedaan pandangan di masyarakat. Bagi yang bisa menerima perbedaan tentu hal itu bukan sebuah masalah. Tapi bagaimana dengan yang tidak bisa meneri perbedaan yang bisa saja memunculkan konflik di antara masyarakat.(Awh)

 

BERITA REKOMENDASI