Pelayanan Kesehatan HIV/AIDS Dalam Masa ‘New Normal’

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih terus terbangun ditengah masyarakat. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap HIV/AIDS membuat mereka melakukan ‘penghakiman’ sendiri secara sosial kepada para penderitanya. Selama masyarakat mengerti dan memahami akan HIV/AIDS, maka penularan virus mematikan tersebut tak akan terjadi sehingga tak perlu lagi mengucilkan penderitanya.

Kepala Puskesmas Gedongtengan Yogyakarta, dr Tri Kusuma Bawono SE menyatakan stigma terhadap ODHA masih cukup tinggi di tanah air. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah namun kekhawatiran masih saja tetap ada.

“Memang masih perlu digencarkannya sosialisasi ditengah masyarakat akan HIV/AIDS. Pengetahun tentang bagaimana virus ini bisa menular ke orang lain harus terus diberikan kepada masyarakat agar masyarakat tidak khawatir,” terangnya dalam seminar online dengan tema ‘Pelayanan HIV/AIDS dalam Era New Normal’ yang digelar STIKES Guna Bangsa Yogyakarta, Sabtu (25/07/2020).

Tri Kusuma Bawono menegaskan di Puskesmas Gedongtengan berbagai inovasi telah dilakukan guna memberikan pelayanan terhadap ODHA. Salah satu yang dilakukan yakni menerapkan ‘one stop service’ , menyediakan tempat ‘drop in’ hingga melakukan pendampingan terhadap ODHA.

“Bagi tenaga kesehatan (nakes) juga kami berikan pelatihan agar mereka juga dapat memberikan pelayan bagi ODHA seperti masyarakat pada umumnya. Dengan demikian para ODHA tidak merasa didiskrimanasikan dan tetap mendapat pelayanan kesehatan seperti yang lain,” tambahnya.

Walau pada masa pandemi Covid-19 seperti ini, Tri Kusuma Bawono menegaskan jajarannya tetap memberikan pelayanan bagi ODHA. Pelayanan yang diberikan sama seperti biasanya, hanya saja protokol pencegahan Covid-19 juga diberlakukan, seperti waktu pelayanan yang disesuaikan, wajib pengenaan masker hingga menjada jarak saat berada di lingkungan Puskesmas.

BERITA REKOMENDASI