Pelayanan Kesehatan HIV/AIDS Dalam Masa ‘New Normal’

Editor: Ivan Aditya

“Ini berlaku tak hanya bagi ODHA, namun juga bagi seluruh masyarakat yang datang. Protokol kesehatan arahan dari pemerintah harus kita laksanakan agar dapat menekan angka penularan Covid-19 ditengah masyarakat.” kata Tri Kusuma Bawono.

Desen tamu sekaligus praktisi di bidang Obstetri dan Gynekologi Program Studi Kebidanan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta, Dr dr Mahidria Vici Virahaju SpOG menambahkan tenaga kesehatan sebagai pilar terdepan dalam melakukan penanganan terhadap pasien ODHA dituntut mampu memberikan pelayanan yang prima. Apalagi bagi ODHA yang tengah hamil bahkan menjalani persalinan, tenaga kesehatan harus bisa memberikan tindakan terbaik untuk menyelamatkan ibu dan anak.

“Tenaga kesehatan perlu memperhatikan prinsip pertolongan persalinan ibu hamil pengidap HIV. Ini sangat penting untuk menurunkan risiko penularan HIV dari ibu ke bayi yang dilahirkannya,” kata Mahidria Vici Virahaju.

Ia menambahkan selama siklus kehidupan ODHA, maka sebagai tenaga kesehatan perlu memperhatikan tiga komponen pelayanan. Pertama Health Literacy yakni pelayanan pra konsepsi, kedua yaitu persiapan persalinan, laktasi dan kontrasepsi, sedangkan yang terakhir reproductive life plan.

Magdalena Diah Utami, seorang survivor ODHA dalam perbincangan virtual ini mengungkapkan pendampingan bagi orang-orang seperti dirinya sangat dibutuhkan. Hal itu penting agar kualitas dan mutu hidup para penderita ODHA dapat lebih baik lagi.

Dikatakannya selama era pandemi maupun saat masuknya masa adaptasi kebiasaan baru, ODHA juga terus menguatkan dirinya dan membiasakan diri berkawan dengan Covid-19. Artinya kebiasaan baru harus mereka jalani pula seperti masyarakat lainnya agar tak terjangkit Virus Corona.

BERITA REKOMENDASI