Peluang dan Tantangan bagi Pengguna Cryptocurrency

DI ERA REVOLUSI DIGITAL, tidak dapat dimungkiri bahwa teknologi telah menjadi kebutuhan utama manusia. Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digunakan hampir pada seluruh bidang ilmu. Contohnya, di ranah ekonomi, khususnya dalam proses transaksi, muncul istilah transaksi digital atau “E-Commerce”. Secara sederhana, E-Commerce ialah aktivitas yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan yang menggukanan perangkat komputer (mobile), serta jaringan internet sebagai medianya.

Kaitannya dengan itu, saat ini transaksi digital yang tengah naik daun adalah Bitcoin: salah satu uang dalam bentuk enkripsi digital, atau yang familiar disebut sebagai “Cryptocurrency”. Validasi data yang dipergunakan dalam menggunakan uang digital tersebut adalah “Teknologi Blokchain”.

Istilah “Bitcoin” sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Satoshi Nakamoto lewat paper-nya yang berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System” (2008). Adapun identitas Nakamoto, belum terungkap secara pasti sampai detik ini.

Teknologi yang ia ciptakan diperuntukkan bagi Aset Kripto (Cryptocurrency). Artinya, koin-koin di dalamnya bersifat digital. Keseluruhan koin Bitcoin (BTC) berjumlah 21 juta keping untuk keperluan penambangan. Diprediksi bahwa Bitcoin tersebut akan habis pada tahun 2140 mendatang, karena Bitcoin (BTC) yang dapat ditambang berkurang menjadi separuhnya setiap 4 tahun sekali (Halving Day). Pada tanggal 11 Mei 2020, imbalan bagi miner berkurang dari 12.5 BTC menjadi 6.25 BTC perblok, sehingga di tahun 2024 imbalan menjadi 3.175 BTC perblok.

UAD

BERITA REKOMENDASI