Pemantauan Ibu Nifas dan Bayi Baru Lahir di Era Pandemi

PANDEMI covid-19 hampir 2 tahun melanda dunia, banyak mengubah kebiasaan hidup masyarakat. Hal ini juga menimbulkan banyak kekhawatiran masyarakat untuk mendatangi fasilitas kesehatan termasuk ibu nifas dan bayinya.

Situasi ini membuat Universitas Alma Ata (UAA) dalam kegiatan pendidikan, penelitian termasuk pengabdaian kepada masyarakat, semaksimal mungkin menyesuaikan kondisi di era pandemi ini. Salah satunya dengan cara mengedukasi pentingnya informasi kesehatan khususnya selama masa nifas (pasca melahirkan). Karena walaupun dimasa pandemi ini proses pemantauan kesehatan ibu maupun bayi sangat penting agar tidak terjadi kegawatdaruratan pada masa nifas dan bayi baru lahir.

Masa nifas dimulai setelah bayi lahir dan berakhir ketika organ kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Kondisi ini disebut juga fase pemulihan dan memerlukan waktu pemulihan pasca persalinan. Secara umum, masa nifas berlangsung kira-kira selama enam minggu lamanya. Berdasarkan buku panduan Pedoman Pelayanan Bagi Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Dan Bayi Baru Lahir di Era Pandemi COVID-19 dari Kementrian Kesehatan RI bahwa perawatan bayi baru lahir termasuk imunisasi tetap diberikan sesuai rekomendasi PP IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), melaksanakan SHK (Skrining Hipotiroid Kongenital), Kunjungan nifas dan kunjungan bayi baru lahir dilakukan oleh Nakes dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan bila ada tanda bahaya pada ibu nifas dan bayi baru lahir.

“Berdasarkan hal tersebut, para dosen program studi DIII Kebidanan memberikan informasi kesehatan pada ibu nifas. Pemberian edukasi ini khususnya diberikan bagi ibu-ibu pasca melahirkan selama masa nifas yang bermanfaat memantau kesehatan ibu dan bayi yang diharapkan sehat selalu dan mampu merawat diri maupun bayinya. Pemantauan pada ibu nifas dan bayinya tetap harus tetap dilakukan, masyarakat tidak perlu takut lagi untuk datang ke fasilitas kesehatan, sesuai protokol kesehatan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan sebelum dan sesudah aktivitas,” ujar Kaprodi DIII Kebidanan UAA Sundari Mulyaningsih, S.SiT., M.Kes dalam keterangannya kepada KR, Selasa (7/12/2021). (*)

BERITA REKOMENDASI