Pembelajaran Adaptatif Berbasis Digital

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 mengubah tatanan pola kehidupan dan komunikasi yang ada di masyarakat. Masyarakat tidak diperkenankan berkerumun, bersentuhan fisik secara langsung, hingga peningkatan aktifitas kebersihan serta protokol kesehatan. Salah satu pola yang terdampak karena pandemi ini adalah aspek pendidikan. Namun demikian aktifitas pembelajaran di sekolah tidak boleh berhenti dengan adanya perubahan aspek mendasar pada tatanan kehidupan.

Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan kegiatan Pelatihan Model Pembelajaran Adaptif Berbasis Digital Untuk Sekolah Dasar Muhammadiyah di Kepanewon Tempel,  Sleman di SD Muhammadiyah Gendol 1 dan dihadiri oleh 12 guru di wilayah tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini dibantu 2 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UAD, yakni Bagus Handoko dan Ricky Nurdiansyah.

Hadir sebagai narasumber dalam acara pelatihan yang terselenggara dengan dukungan PCM Kepanewon Tempel tersebut ialah, materi model pembelajaran adaptif berbasis digital, Muhammad Ragil Kurniawan MPd. Materi Model Pembelajaran disampaikan Meita Fitrianawati MPd. Tujuan pelatihan ini untuk memenuhi kebutuhan penyiapan kompetensi guru jangka panjang dalam menghadapi akselerasi/percepatan pembelajaran berbasis revolusi Industri 4.0 setelah masa pandemi berakhir sehingga di akhir dari rangkaian kegiatan ini, guru mempunyai karya berupa produk pembelajaran daring berbasis digital yang diimplementasikan di kelasnya masing-masing. “Setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan workshop ini, diharapkan peserta dapat menerapkan pembelajaran lebih efektif dalam menghadapi era new-normal dimasa pandemi Covid-19 dan setelah pandemi,” kata Muhamad Ragil Kurniawan MPd, Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UAD sekaligus Ketua Tim dalam Pelatihan ini, Selasa (15/06/2021).

Pelatihan ini dibuka oleh Banun Rohyatiningsih SPd, Kepala SD Muhammadiyah Domban 1, Pandemi sudah berjalan selama satu tahun diawal pandemi siswa masih bersemangat untuk belajar, namun akhir-akhir ini siswa mengalami penurunan gairah belajar sehingga diperlukan inovasi dari guru untuk menggugah kembali belajar salah satunya dengan pembelajaran berbasis digital. Karena program dikemas dalam bentuk pelatihan dengan peserta guru. “Tentunya apresiasi luar biasa kami sampaikan atas terselenggaranya kegiatan pengabdian ini. Harapannya, kegiatan ini dilaksanakan kembali pada waktu ke depan. Peserta bisa mendapatkan manfaat dari pelatihan ini,” ujarnya. Antusiasme peserta juga baik, hal ini terlihat pada saat sesi tanya jawab, peserta antusias bertanya terhadap materi yang disampaikan. (Jay)

BERITA REKOMENDASI