Pendidikan Karakter Penting di Era Disrupsi

YOGYA, KRJOGJA.com – Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta mewisuda 949 lulusan di Jogja Expo Center (JEC), Rabu (31/10/2018). Wisudawan terdiri 799 lulusan program sarjana (S1) dan 150 program pascasarjana (S2).

Rektor UST Ki Pardimin PhD mengatakan, di era Revolusi Industri 4.0, UST selalu berusaha mengikuti dinamika perkembangan teknologi industri baik dalam konteks nasional maupun internasional. Namun demikian, perkembangan yang begitu pesat di dunia digitalisasi, computing power ataupun teknologi cyber-physical tetap tidak boleh meninggalkan pendidikan karakter. "Perguruan Tinggi harus berada pada garis depan dalam menghadapi disruptive technology. UST mempunyai visi 'Unggul dalam Memuliakan dan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Berdasarkan Ajaran Tamansiswa'," kata Pardimin. 

Dijelaskan Rektor, saat ini UST menjadi salah satu 'The Big Eight Campus in Yogyakarta' yang memiliki lebih dari 11.000 mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia. Secara bertahap UST bertujuan menjadi teaching university, research university dan technopreneurship university. "Penyempurnaan kurikulum sebagai jantungnya dunia akademik selalu dilakukan. Standar Kompetensi Lulusan UST sekarang dan yang akan datang selalu diselaraskan dengan kebutuhan pengguna lulusan (user) atau stakeholder dengan tetap mengutamakan kemandirian dan ciri khas ketamansiswaannya," kata Pardimin 

Ketua Umum Majelis Luhur Tamansiswa, Prof Sri Edi Swasono mengatakan, bangsa Indonesia menghadapi perubahan besar di depan. Orang menyebutnya Revolusi Industri IV atau disebut juga sebagai zaman 'inovasi disruptif' dan 'destruksi kreatif'. "Nasionalisme kita tidak boleh luntur betapa pun ganasnya zaman destruktif kreatif, jika betul-betul akan melanda Indonesia nanti. Dengan ketahanan nasional kita yang kita bangun melalui pembangunan nasional saat ini, kita menghadapi segala macam ancaman dan hambatan membangun bangsa dan negara," kata Prof Sri Edi. 

Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi untuk program sarjana diraih Irfan Komandani ST dari Prodi Teknik Industri dengan IPK 3,93. Sedangkan untuk program pascasarjana, IPK tertinggi Purwanti MPd dari Prodi Manajemen Pendidikan dengan IPK 3,98. (Dev)

BERITA REKOMENDASI