Peneliti Sebaiknya Segera Turun ke Lapangan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Para peneliti ada baiknya sering berinteraksi dengan pengguna dan sesegera mungkin turun ke lapangan guna mengetahui masalah yang ada. Jika permasalahan digali dari lapangan, maka hasil penelitian  akan memiliki nilai lebih. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UGM, Dr Ir Taryono dalam sebuah seminar nasional di Auditorium Hardjono Danoesastro, Sabtu (24/09/2016).

Terkait hasil penelitian yang mampu mewujudkan kesejahteraan petani, ia mengatakan tahapan untuk mengubah paradigma pertanian dari sub sistem menjadi industrial harus kuat, seperti penelitian varietas dan teknis. "Tidak lupa, pola pikir para petani juga harus diubah," terangnya.

Taryono memaparkan ada empat hal yang penting untuk memajukan kesejahteraan petani, yaitu jumlah, mutu, tepat waktu dan untung. Artinya, petani harus bisa menghasilkan bahan-bahan pertanian dengan jumlah yang memadai, mutu yang bagus, tepat waktu panen dan mendapat untung setelah menjual hasil tani.

Ia membeberkan sistem pertanian di Indonesia ada dua, tanaman pangan dan tanaman perkebunan. Hasil dari tanaman pangan biasanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal, sedangkan untuk tanaman kebun digunakan untuk mencukupi industri. Menurutnya, permasalahan para petani di Indonesia saat ini adalah hanya menjual bahan baku produksi.

Taryono mencontohkan selama ini banyak petani kopi yang hanya menjual bibit kopi, bukan kopi bubuk. Padahal dengan kopi bubuk yang dikemas secara baik akan mendapat harga jual lebih tinggi daripada penjualan bahan pokok saja. (*-1)

BERITA REKOMENDASI