Pengabdian Dosen Unriyo, Pelatihan Optimalisasi Kemasan Teh Menoreh

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kabupaten Kulonprogo punya produk unggulan teh di perbukitan Menoreh. Salah satu yang terkenal adalah Teh Ki Suko diproduksi oleh kelompok petani teh 'Tani Tegal Subur' di Dusun Nglinggo Timur, Pagerharjo Samigaluh Kulonprogo.

Kebun Teh Nglinggo banyak dikunjungai wisatawan mancanegara untuk menikmati teh Ki Suko yang memiliki rasa dan aroma khas. Permasalahan muncul saat wisatawan ragu ketika hendak membeli Teh Ki Suko dalam jumlah banyak, karena kemasan yang digunakan belum vacuum. Pembeli khawatir jika aroma dan rasa teh yang dibeli tidak seoptimal ketika dibuat di perkebunan. Selain itu kemasan Teh Ki Suko masih sederhana dan belum memuat informasi produk secara detail.

Permasalahan tersebut mendorong tim pengabdian masyarakat dari Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) untuk memberikan solusi demi peningkatan kualitas produk teh. Tim diketuai Desty Ervira Puspaningtyas SGz MPH bersama anggota Evrita Lusiana Utari ST MT dan Puspita Mardika Sari SGz MBiotech mengadakan pelatihan cara peningkatan kualitas teh melalui perbaikan tampilan kemasan produk kepada para petani teh di Kelurahan Pagerharjo, 27-28 Juli lalu.

Menurut Desty, dalam pelatihan para petani teh diberi penjelasan mengenai syarat dan tata cara pembuatan kemasan produk. Edukasi ini menekankan kepada petani bahwa kemasan produk harus mengandung keterangan mengenai nama produk, komposisi produk, nomor izin produksi, berat bersih, massa berlaku, nama produsen, alamat produksi, kontak produksi dan cara penggunaan produk. "Pengabdian masyarakat ini masuk hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemenristekdikti 2019," terang Desty kepada KRJOGJA.com, Minggu (4/8/2019)

Selain itu, petani juga dilatih cara menggunakan timbangan digital dan vacuum sealer. Untuk meningkatkan kualitas produk, pelatihan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) juga disisipkan. Sedangkan untuk membantu meningkatkan pemasaran produk, tim pengabdi juga mengedukasi cara pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaran produk. Pelatihan ditutup dengan serah terima beberapa alat yang mendukung proses produksi teh, yaitu 3 unit vacuum sealer, 2 unit timbangan digital, 1 unit meja rakit, 5 unit apron dan topi, 2 box sarung tangan, 4 box masker, 1 unit kabel dan 4 unit container. (Dev)

BERITA REKOMENDASI