Pengabdian Tak Harus di Kota Besar, 32 Dokter Baru FK UII Dilantik

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 32 orang dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran UII diambil sumpah dan dilantik di Auditorium Kahar Muzakkir Kampus Terpadu Jl Kaliurang, Kamis (19/10). Mereka terdiri dari 13 laki-laki dan 19 perempuan yang berasal dari pelbagai wilayah di Indonesia. Dengan pelantikan dokter baru, FK UII telah meluluskan 1,387 orang dokter yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan DIY drg Pembajun Setyaningastutie Mkes dalam sambutan pelantikan mengingatkan bahwa kesempatan mengabdikan ilmu tidak harus di kota besar namun bisa di pelosok tanah air. Pada 3 Februari 2015 silam Kemenkes, ungkap Kadinas Kesehatan DIY dalam sambutan tertulis yang dibacakan Rini Puspandari meluncurkan Program Nusantara Sehat (NS). “Program ini diluncurkan sebagai salah satu prioritas kunci Kemenkes selama 5 tahun ke depan,” ujarnya.

Program NS adalah program penguatan pelayanan kesehatan primer yang fokus pada upaya promotif, preventif, dengan berbasis pada tim. Intervensi berbasis tim pada fasilitas layanan kesehatan ini merupakan suatu terobosan, karena tim-tim ditempatkan langsung diwilayah-wilayah terpencil dimana suatu sistem kegiatan bisnis akan dikembangkan di Puskesmas terpencil tersebut. 
"Silakan Saudara-sudara untuk menambah pengalaman dengan mengikuti program ini. Insya Allah ada prioritas untuk mendapatkan tugas belajar/spesialis pasca mengikuti program Nusantara Sehat. Tujuan utama program NS adalah mewujudkan layanan kesehatan primer yang dapat dijangkau oleh setiap anggota masyarakat, terutama oleh mereka yang berada di wilayah-wilayah terpencil di berbagai pelosok Nusantara,” tambahnya.

Disebutkan, Tim NS adalah para tenaga profesional kesehatan dengan latar belakang medis seperti dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian yang berusia di bawah 30 tahun. Tim akan bertugas di lapangan selama 2 tahun. Lokus sasaran di puskesmas daerah terpencil dan berbatasan dengan negara tetangga, yang terletak di 48 kabupaten/kota dari 15 provinsi.  Mulai  Aceh, Sumut, Riau, Kepri, Bengkulu, NTT, Kalbar, Kaltim, Kaltara, Sulut, Sulteng, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat. 

Sementara Rektor UII Dr Nandang Sutrisno dalam sambutannya mengingatkan bwelum terwujudnya pemerataan kualitas kesehatan secara nasional. “Salah satu indikator adalah  masih tingginya angka kematian ibu (AKI) melahirkan  di beberapa daerah,” jelasnya. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI