Pengembangan Kelapa Sawit Diminta Ikuti Inovasi ‘Ki Seno Nugroho’

SLEMAN, KRJOGJA.com – Instiper Yogyakarta dan PT Astra Agro Lestari (AAL) menandatangani nota kesepahaman, Selasa (28/1/2020). Keduanya sepakat menjalin kerjasama dalam pengembangan riset dan inovasi teknologi di bidang industri kelapa sawit. 

Joko Supriyono, Wakil Presiden Direktur PT AAL mengatakan saat ini industri kelapa sawit merupakan produk perkebunan yang paling berdampak signifikan bagi Indonesia. Namun, jika tak berinovasi dikhawatirkan industri kelapa sawit akan lenyap layaknya para pendahulu di Indonesia. 

“Dua tahun ini terlihat, harga sawit turun dan ternyata kita belum kebal terhadap kondisi ini. Ini tantangan kita bersama dan kampus harapannya bisa menjawab melalui riset yang konkrit dan ada hasilnya. Karena banyak kampus klaim lakukan riset dan inovasi tapi hanya jadi etalase. Istilahnya nggak jadi barang. Tidak match dengan apa yang dibutuhkan,” ungkapnya di sela penandatanganan di kampus Instiper Yogyakarta. 

Joko memberi contoh bahwa kampus harus benar-benar menghasilkan riset yang dibutuhkan industri kelapa sawit. Ki Seno Nugroho, dalang yang kini begitu terkenal bahkan hingga punya pasukan live streaming menjadi contoh inovasi yang harus dilakukan untuk menjawab tantangan industri sawit. 

“Ki Seno Nugroho, bagaimana wayang saat ini bisa disaksikan di mana saja oleh siapa saja. Ada video streaming yang dimanfaatkan, wayang bukan lagi untuk generasi konservatif dan old begitu. Tapi siapa saja bisa ikut menyaksikan, bahkan dalam sekali siaran itu 20 ribu penonton menyaksikan. Ini yang harus diikuti, industri kelapa sawit,” ungkapnya lagi. 

Sementara Rektor Instiper, Dr Harsawardana menilai adanya MoU dengan industri membuat kampus lebih leluasa untuk melakukan riset dengan basis kebutuhan riil di lapangan. Instiper menurut dia akan berusaha mengembangkan diri untuk menelurkan riset yang bermanfaat bagi industri sawit baik perusahaan maupun perkebunan rakyat. 

“Kita melihat potensi kedua pihak yang sangat menarik. Kami rasa akan menjadi sangat baik bagi bisnis kelapa sawit Indonesia kedepan, untuk mengembangkan industri ini,” tandas Harsawardana. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI