Penting, Mitigasi Bencana di Destinasi Wisata

BANTUL, KRJOGJA.com – Minat wisatawan pada obyek wisata alam terus meningkat. Di sisi lain perlu adanya pengetahuan tentang mitigasi bencana karena banyak tempat wisata yang merupakan kawasan rawan bencana.

Hal ini yang mendorong Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalankan program pengembangan wisata dan mitigasi bagi warga Banjarharjo 2, Muntuk, Dlingo, Bantul. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) UMY melalui  pelatihan di Banjarharjo 2 yang diikuti 30 warga, pada Ahad (19/1/2020).

Ketua tim KKN 08 UMY, Ridwan Nur Hidayat menyatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Banjarharjo 2 yang secara topografi berada di perbukitan.  “Banjarharjo 2 memiliki potensi wisata air terjun Banyunibo yang potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata, namun karena lokasinya di perbukitan maka perlu ada mitigasi bencana,” jelas Ridwan.

Potensi wisata air terjun Banyunibo di Banjarharjo 2 masih kalah populer dibandingkan dengan destinasi wisata lainnya yang berada di Muntuk dan sekitarnya, seperti Puncak Becici, Hutan Pinus Mangunan, Pintoe Langit Dahromo, Tebing Watu Mabur dan Bukit Lintang Sewu.

Pelatihan mitigasi bencana diisi oleh Muhammad Hanif dan Hidayat dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Keduanya menjelaskan tentang jenis bencana, daerah yang rawan bencana di seluruh Indonesia khususnya Yogyakarta dan cara menangani bencana, terutama di daerah perbukitan.

Dosen Ilmu Komunikasi UMY, Dr Fajar Junaedi, menyebutkan program ini dilatarbelakangi meningkatnya minat wisatawan pada obyek wisata alam. “Dengan memahami mitigasi, diharapkan warga dan wisatawan lebih bijak dalam berinteraksi dengan alam,” ujar Fajar.

Fajar menambahkan pengembangan wisata di air terjun Banyunibo di Banjarharjo 2 diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga dan sekaligus melestarikan lingkungan. (*)

 

BERITA REKOMENDASI