Perguruan Tinggi Masih Abaikan Kemahasiswaan

SOLO, KRJOGJA.com – Bidang kemahasiswaan seharusnya menjadi garapan utama perguruan tinggi. Namun yang terjadi mindset perguruan tinggi masih terlalu fokus pada bidang akademik. 

"Bidang kemahasiswaan kurang dipikirkan," jelas Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr Sofyan Anif disela Rapat Kerja Paguyuban PTN/PTS Jawa Tengah Bidang Kemahasiswaan di Harris Hotel Solo,  Kamis (10/1).

Sofyan menengarai justru masih ada perguruan tinggi yang tidak berfikir kemahasiswaan. Dicontohkan, ketika mengangkat pejabat kemahasiswaan hanya formalitas belaka untuk memenuhi regulasi. Berikutnya tidak punya kegiatan. Padahal kemahasiawaan seharusnya menjadi garapan yang utama.

"Perguruan tinggi kalau berpikiran seperti itu akan tertinggal. Karena untuk mengukur kualitas perguruan tinggi ada satu komponen terkait dengan kemahasiswaan," tandas Sofyan Anif. Standar kualitas penilaian, kemahasiswaan menjadi salah satu instrumen. Berapa jumlah prestasi mahasiswa seperti karya PKM hingga sampai pada prestasi di saat bekerja.

Sementara bidang kemahasiswaan juga bertanggungjawab dalam pembentukan karakter agar mampu mengimbangi keunggulan inteltual."Paguyuban PTN/PTS sangat positip, sayang masih belum banyak yang memanfaatkan. Masih banyak perguruan tinggi yang tidak memperhatikan."

Wakil rektor 3 UMS Dr Taufik membenarkan itu. Di wilayah Surakarta atau rayon 2 tercatat lebih dari 70 perguruan tinggi. Namun yang aktif mengikuti paguyuban masih belasan. Ketika Raker Paguyuban digelar di Solo hanya sekitar 15 yang datang. "Kami berharap banyak yang datang sehingga paguyuban bisa dijadikan ajang sharing," katanya. (Qom)

 

BERITA REKOMENDASI