‘Perkawinan’ Biji Kakao dan Jahe Hasilkan Sabun Mandi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kreasi mahasiswa untuk menambah nilai ekonomis bahan dari alam ternyata tak ada habisnya. Kali ini empat mahasiswa UGM yakni Isnu Astuti, Nandya Candra, Yuyun Yuliarti, dan Inas Nur Hayati berhasil menyulap biji kakao dan jahe menjadi sabun mandi yang bisa membawa efek relaksasi. 

Biji kakao selama ini dikenal sebagai bahan utama pembuat cokelat, namun ternyata biji cokelat juga bisa dibuat menjadi sabun yang kemudian diberinama Choco Ginger. 

Isnu Astuti kepada wartawan Senin (29/5/2017) mengatakan ide pembuatan sabun berawal dari keprihatinan sekaligus kegelisahan banyaknya jumlah kakao afkir yang dihasilkan petani kakao di daerah Kulonprogo.  "Kami melihat banyak sekali biji kakao yang tidak layak pangan dan  tidak dapat diolah menjadi bahan pangan sehingga tidak laku dijual. Kemudian kami berpikir dan punya niat memanfaatkan lemak biji kakao afkir seperti biji gepeng dan biji pecah untuk dijadikan pembuat sabun," ungkapnya. 

Sabun yang kemudian punya manfaat relaksasi ini dibuat tidak hanya dengan menggunakan lemak kakao saja karena diberikan tambahan ekstrak jahe untuk memberikan sensasi hangat pada tubuh. 

"Kami teliti lagi dan ternyata pas apabila ditambahkan jahe. Sabun ini cocok dipakai masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan ataupun wilayah yang memiliki cuaca dingin karena ada efek hangat untuk tubuh," lanjutnya lagi. 
Kini Isnu dan kawan-kawan berharap sabun Choco Ginger ini bisa diterima masyarakat sehingga biji kakao tak layak konsumsi bisa berdaya guna lebih dan memiliki nilai ekonomis. (Fxh)

UGM

BERITA REKOMENDASI