Peserta Hasil Rapid Test Reaktif Tak Boleh Ikut UTBK

JAKARTA, KRJOGJA com – Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahap II yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius atau sedang sakit tidak boleh mengikuti ujian.

“Peserta yang mengikuti UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahap II harus memenuhi persyaratan kesehatan terkait COVID-19 yang ditunjukkan dengan suhu badan di bawah atau tidak melebihi 37,5 derajat celcius, atau hasil rapid test non reaktif, maupun hasil tes usap negatif,” ujar Ketua Tim Pelaksana LTMPT, Mohammad Nasih dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.(14/7 2020)

Peserta UTBK-SBMPTN 2020 juga diminta untuk mempersiapkan diri dengan baik dan menjaga kesehatan diri dengan mengisolasi diri di rumah dan berperilaku hidup sehat. UTBK tahap dua akan diselenggarakan pada 20 hingga 29 Juli 2020.

“Peserta yang tidak sehat atau hasil rapid reaktif, tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian,” jelas dia.

Untuk Pusat UTBK yang mensyaratkan hasil tes rapid atau peserta kurang sehat, maka peserta dianjurkan untuk mengikuti tes rapid lebih awal, sehingga apabila hasilnya reaktif masih tersedia waktu untuk melakukan tes rapid ulang atau tes usap. Hasil tes, harus dilaporkan paling lambat 22 Juli 2020.

BERITA REKOMENDASI