Politeknik PU Siap Dibuka

JAKARTA, KRJOGJAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) dan Universitas Diponegoro bekerjasama dalam pendirian Politeknik Pekerjaan Umum (PU) di Semarang, Jawa Tengah. 

Hal ini sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus pemerintah pada tahun 2019. Salahsatunya mengembangkan pendidikan vokasi guna meningkatkan jumlah tenaga kerja terampil dan bersertifikat sehingga dapat bersaing secara global. 

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyambut baik dan mendukung inisiatif dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  untuk mendirikan Politeknik PU yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang pekerjaan umum dan konstruksi di Indonesia yang saat ini jumlahnya sangat terbatas.

“Pengajuan Pendirian Politeknik PU ini merupakan langkah yang bagus untuk mensuplai tenaga kerja yang berkompeten khususnya bidang konstruksi. Lulusan Poltek PU diharapkan tidak cukup memiliki ijazah, namun harus mendapat sertifikat kompetensi” ujar Menristekdikti M. Nasir pada acara Penyerahkan izin Prinsip Pendirian Politeknik Pekerjaan Umum kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Ruang Serba Guna Gedung Kementerian PUPR, Jakarta,Sabtu (28/12 2018)

Menteri PUPR Basuki mengatakan untuk tahap awal, Politeknik PU akan memiliki 3 Program Studi, diantaranya Teknologi Konstruksi Bangunan Air, Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung, dan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan. Mahasiswa Politeknik PU berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR, tenaga kerja konstruksi dan mahasiswa dari jalur umum. Tahun 2019 akan dimulai penerimaan mahasiswa sebanyak 50 orang setiap jurusan sehingga total 150 orang.  

“Kami bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dalam pendirian Poltek PU. Selain itu kami juga bekerja sama dengan IHE Delft Belanda untuk penyusunan kurikulum dan tengah menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Jepang dalam penyediaan laboratorium,” kata Menteri Basuki. Lokasi kampus Politeknik Semarang akan menggunakan Balai Ujicoba Sistem Diklat Perumahan dan Permukiman di Tembalang, Semarang. 

Sementara Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR Lolly Martina Martief dalam laporannya menyampaikan saat ini industri konstruksi membutuhkan banyak tenaga kerja konstruksi. Namun demikian dari total tenaga kerja konstruksi di Indonesia sekitar 8,1 juta orang, 74% merupakan’ unskilled labour ‘dengan pendidikan di bawah jenjang SMA. Dari jumlah tersebut baru 485.534 orang (5,97%) yang memiliki sertifikasi kompetensi.

“Dengan kondisi tersebut, hal ini mendesak peningkatan kapasitas tenaga kerja konstruksi dari unskilled labour menjadi tenaga kerja konstruksi yang terampil, salah satunya dengan pendirian Politeknik PU,” jelas Lolly. 

Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro M. Agung Wibowo menyatakan bahwa Undip siap bekerjasama dalam pengembangan Politeknik PU. Pengembangan Politeknik PU diharapkan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga mampu menjadi institusi pendidikan yang sesuai dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0. (Ati)
  

BERITA REKOMENDASI