Potensi Budaya Belum Diekspos dan Dikoneksikan

Editor: Ary B Prass

 

YOGYA, KRJOGJA.com – Petilasan, situs, cagar budaya dan jejak budaya sangat banyak ada di masyarakat. “Ada yang dikenal masyarakat pro-kontranya. Bahkan sudah terlupakan sama sekali. Kenapa hal ini terjadi? Jejak budaya kebanyakan belum ditulis, dinarasikan dan dikoneksikan,” kata Agus Suwarto SSos, Kepala Seksi Pengembangan Warisan Budaya Benda Kundha Kebudayaan (Dinas Kebudayaan DIY)  dalam  Sarasehan Budaya di Auditorium Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kampus 1, Jalan Kapas, Semaki Yogyakarta, Senin (08/11/2021).

Sarasehan Budaya  bertema ‘Jejak Petilasan  di Gilangharjo’ dengan narasumber Surakso Wiryo Sanjoyo (Juru Kunci Situs Gilanglipuro), Surakso Surosentika (Juru Kunci Makam Tambalan) dengan moderator Sudaryanto MPd (dosen FKIP-UAD). Hadir dan memberi sambutan Choirul Fajri SIKom MA (Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni/Bimawa UAD) dan dibuka oleh Dr Gatot Sugiarto MH (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD).

Menurut Agus Suwarto, petilasan, situs dan artefak budaya sebenarnya menjadi kekayaan sejarah, kehidupan berbangsa dan negara. “Hanya saja harus diakui, kekayaan situs dan petilasan belum tertata dan didata serta dikoneksikan seperti apa ke depanya pengelolaanya,” katanya.

 

BERITA REKOMENDASI