Praktek Kerja Lapangan Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Polbangtan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sejumlah 139 mahasiswa semester 6, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Jurusan Pertanian, Selasa (18/6/2019), secara serentak diterjunkan ke lapangan untuk memulai kegiatan Praktek Kerja Lapangan II (PKL II) di Kab. Klaten, Karanganyar dan Sukoharjo Jawa Tengah.

Khusus wilayah Sukoharjo, diterjunkan 30 mahasiswa program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, yang akan disebar di 7 Kecamatan.

Serah terima mahasiswa PKL II, dilakukan  di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan, Kabupaten Sukoharjo.

Perwakilan dari Polbangtan Yogyakarta Magelang, Dr. Rr. Siti Astuti, SP., M.Sc, menyerahkan mahasiswa,  diterima  langsung oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan, Ir Endang Tien Maryuni.

Dalam sambutannya, Siti menyampaikan,  PKL II ini bertujuan untuk pencapaian kompetensi pelaksanaan penyuluhan, dan evaluasi penyuluhan pertanian. PKL II akan dilaksanakan selama 1 bulan mulai 18 Juni – 17 Juli 2019.  Siti  berharap,  mahasiswa mampu melaksanakan PKL dengan sebaik-baiknya.

"Kami harap mahasiswa mampu bersinergi dengan baik, bersama para penyuluh dan aparat lainnya selama praktek di lapangan," kata Siti.

Sementara itu, Endang Tien Maryuni, memberikan arahan kepada mahasiswa PKL bahwa, seorang calon penyuluh pertanian, nantinya harus bisa berbaur dengan masyarakat sekitar. Endang  juga berpesan mahasiswa harus mampu menjadi agen pembaharuan untuk mengajak petani agar mau menjadi petani yang cerdas.

Outcome PKL, sedapat mungkin dirasakan oleh pelaku usaha dan pelaku utama. Selama kerja lapangan, mahasiswa diminta membantu dinas untuk mengkaji dan mendiskusikan kendala-kendala yang dihadapi petani di tingkat lapangan.

Beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian di Kabupaten Sukoharjo saat ini, adanya kekeringan di sejumlah kecamatan terutama di Kecamatan Weru, Nguter dan Bulu. Waduk Gadjah Mungkur sebagai sumber utama pengairan, sedang dalam  pemeliharaan sehingga jumlah air tidak mampu mencukupi pertanian di Sukoharjo.

Selain itu, tenaga kerja pertanian juga mengalami penurunan.  Perlu upaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pertanian, agar pertanian kembali menjadi idola bahkan pekerjaan elit di negara agraris ini.(*)

BERITA REKOMENDASI