Prodi Manajemen FEB-UAD Menyelaraskan Format Pemberdayaan Desa

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Sesuai dengan keinginan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, mahasiswa mendapatkan pengalaman kuliah yang tidak hanya dari lingkungan kampus saja, tetapi mendapat pengalaman belajar secara nyata dari luar kampus sehingga dapat menjadi lulusan yang andal, kompetitif, berdaya saing dan profesional.  “Maka Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Workshop Pemberdayaan Desa untuk Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) agar dapat menyelaraskan diri dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan,” ujar Dyah Fifriani SE MM, Kaprodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Kamis (24/06/2021).

Workshop dilakukan secara online dan offline melalui media aplikasi Zoom Meeting, Senin (21/06/2021) lalu, dihadiri oleh seluruh dosen Program Studi Manajemen FEB UAD. Narasumber yang hadir Drs  Efendi MSi, selaku Kepala Balai Pemerintahan Desa Kemendagri Yogyakarta, yang mengisi materi tentang Penguatan Pemerintah Desa, Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif UU Desa.

Ketua Program Studi Manajemen-UAD Dyah Fitriani MM menyampaikan, Prodi Manajemen mendapatkan Hibah Pengembangan Kurikulum MBKM dengan salah satu fokus pada Proyek Kemanusiaan, Pengembangan dan Pemberdayaan Desa dan dalam kondisi pandemi saat ini Prodi Manajemen-UAD selalu berusaha untuk bisa menjalankan berbagai kegiatan yang bermanfaat dengan tujuan peningkatan Pendidikan, khususnya pada peningkatan perkembangan kurikulum yang baru dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Dyah Fitriani menjelaskan,  kurikulum Program Studi Manajemen FEB UAD akan disusun nantinya juga harus mampu menjawab tantangan regional dan internasional, agar para lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang memadai untuk bersaing di masa mendatang.

Selain itu, workshop kurikulum, pada kesempatan ini juga dilakukan untuk mengetahui tujuan dilakukannya pemberdayaan desa untuk kurikulum MBKM yaitu  kehadiran mahasiswa selama 6 bulan dapat mendampingi perencanaan program di desa, mulai dari kajian potensi, masalah dan tantangan pembangunan, penyusunan prioritas pembangunan, perancangan program, desain sarana prasarana, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ada pula supervisi pembangunan hingga monitoring dan evaluasi, pengalaman dalam bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai generasi andal, kesempatan untuk mengembangkan bidang ilmu dan minat mahasiswa dengan luaran akhir dalam bentuk karya tertulis, audio-visual, maupun bentuk karya laporan akhir. (Jay)

 

BERITA REKOMENDASI