Program MBKM Menjadikan Kegiatan Pengabdian Mahasiswa Lebih Fokus dan Bermanfaat

JAKARTA, KRJOGJA.com – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bisa menjadikan kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa seperti upaya penurunan stunting dikonversi ke dalam satuan kredit semester (SKS).

Demikian diungkapkan Ketua Jejaring Perguruan Tinggi dan Organisasi Profesi, Asih Setiarini, di Jakarta, Rabu (24/11/2021) malam.

“Melalui program MBKM, kegiatan pengabdian masyarakat dapat dikonversi ke dalam SKS. Sehingga, dapat menggerakkan lebih banyak mahasiswa untuk ikut berkontribusi dalam menurunkan stunting,” ujar Asih Setiarini.

Hal itu dikarenakan mahasiswa memiliki potensi untuk terlibat dalam pendampingan kepada kelompok sasaran perbaikan gizi. Mulai dari ibu hamil hingga penyuluhan pada remaja putri. Untuk pendampingan ibu hamil dilakukan sejak ibu itu hamil hingga bayi berusia dua tahun.

Sementara bagi remaja putri, diberikan kapsul penambah darah karena hulu dari persoalan stunting adalah anemia. Saat ini, lanjut Asih, terdapat lebih dari 80 perguruan tinggi yang terlibat dalam upaya tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Subandi Sardjoko, menegaskan pentingnya strategi penguatan kerja sama lintas sektor dalam perbaikan gizi.

BERITA REKOMENDASI