RI-Belanda Teliti Penyakit Pisang

SLEMAN (KRjogja.com) – Jenis pisang yang dikonsumsi di Indonesia pun sangat beragam, tidak seperti sebagian besar negara-negara barat seperti Belanda yang hanya memiliki jenis pisang Cavendish. Meski demikian, penyebaran penyakit-penyakit tanaman pisang mulai mengancam produksi pisang Indonesia.

"Keragaman jenis pisang dan konsumsinya di Indonesia berperan nyata dalam ketahanan pangan maupun sebagai sumber pendapatan. Namun penyebaran global penyakit-penyakit tanaman pisang, khususnya yang sangat merugikan yaitu penyakit Panama atau layu Fusarium sudah mengancam peranan pisang dalam kehidupan sehari-hari penduduk Indonesia," kta Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, Prof. Siti Subandiyah.

Siti menjadi salah satu koordinator dalam program kerjasama penelitian internasional dan interdisiplin yang fokus pada keragamanan pisang Indonesia, yaitu The Indonesian banana: protecting a staple food from Panama disease collapse and exploiting its genetic diversity for discovery research.  Program yang berlangsung pada 5-12 November lalu ini didukung oleh The Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences Scientific Programme Indonesia – Netherlands (KNAW-SPIN) serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Tim peneliti yang terdiri dari 19 orang dosen, peneliti post-doctoral, mahasiswa S2 serta S3 dari Indonesia dan Belanda ini meneliti dan mendokumentasi keragaman pisang di lokasi asalnya  di Indonesia, misalnya di Kabupaten Bantul, DIY, serta Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

"Kerjasama internasional dan interdisiplin ini membangun landasan penelitian ke depan secara ilmiah dan sosial yang bertujuan untuk mengembangkan keamanan akses terhadap pangan sehat dan komunitas pedesaan yang layak,” papar Siti.

Penyakit Panama yang banyak menyerang tanaman pisang di Asia Timur dan Asia Tenggara sejak 1960-an memang menjadi salah satu fokus utama dalam penelitian ini. Di Indonesia sendiri, penyakit ini telah berkembang dengan sangat cepat dan menyebabkan penurunan yang signifikan pada ekspor pisang Indonesia. "Penyakit ini menyebar banyak sekali di Indonesia, sudah sampai di mana-mana. Akibatnya produksi turun dan sejak 2003 ekspor kita turun drastis,” imbuhnya.

Menurut Siti, pemahaman terhadap bagaimana hubungan antara pisang, penyakit tanaman, tanah, kepemilikan lahan, dan permintaan pasar mempengaruhi keragaman pisang konsumsi yang ditemukan dan respon terhadap berkembangnya penyakit tanaman tidak hanya relevan secara ilmiah, namun juga dapat mempercepat pemahaman terhadap dimensi yang berbeda dari produksi, konsumsi, dan pemasaran pisang Indonesia. (*)

UGM

BERITA REKOMENDASI