RI Perlu Adopsi Standar Internasional Bahasa Inggris

SEMARANG, KRJOGJA.com – Saat ini banyak negara negara Asean sudah memiliki atau membuat kebijakan baru terkait proses pemerolehan bahasa asing di negara tersebut. Misalnya Singapura, Malaysia, Vietnam dan lain-lain sudah memiliki standard bahasa asing nasional mereka. 

Negara Asean dan banyak negara di dunia memakai standar dari negara Eropa atau  CEFR (Common European Framework of Reference). Ke depan makin banyak negara mengadopsi standard yang sama sehingga mereka punya kesamaan terhadap standard kompetensi bahasa Inggris siswa atau pengajar bahasa Inggris.

"Indonesia saat ini belum mengadopsi atau punya standard ini, namun bulan Februari lalu sudah dimulai upaya dengan bertemunya 70 pengajar dan ahli bahasa Inggris se Indonesia (TEFLIN) di Jakarta khusus membahas soal standard kompetensi bahasa Inggris untuk Indonesia dan hasil pertemuan sudah dikirim ke Kemenristekdikti serta berharap ada tindak lanjut dan perhatian pemerintah akan hal yang sangat penting ini” ujar Willy A Renandya dosen senior dan pakar bahasa Inggris dari National Institute of Education, Nayang Technological University Singapura disela seminar internasional "2nd English Language and Literature International Conference" (Ellic) 2018 yang digelar Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

Seminar yang dibuka Dekan FBBA Unimus Yessika Maya Oktarani SS MHUm dan Ketua Panitia Dr Dodi Mulyadi ini menampilkan pembicara utama Prof Dr Jamaludin Darwis (Unimus), Asst Prof Angkana Tongpoon Patanasorn PhD (Khon Kaen University Thailand), Prof Thomas Charies Koch (former English Language Fellow , Nation University of Mongolia) dan Willy A Renandya PhD. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI