RI Perlu Genjot Jumlah Jurnal Nasional Terakreditasi

SEMARANG, KRJOGJA.com – Saat ini Indonesia menempati posisi ke 3 di antara negara Asean di bawah Malaysia dan Singapura terkait dengan jumlah jurnal internasional yang dihasilkan para ilmuwan negara Asean. Dari data akhir Juli 2017 , Malaysia memiliki  15. 985 jurnal,  Singapura 10. 977, Indonesia 9.349 dan Thailand 8.204 jurnal. Padahal tahun lalu Indonesia berada di urutan keempat di bawah Thailand.

"Ini tidak terlepas dari semakin meningkatnya kesadaran para dosen menulis jurnal serta dampak adanya Permenristekdikti No 20 Tahun 2017  tentang kewajiban menulis jurnal internasional sejalan dengan tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan guru besar. Sehingga kemampuan penulisan jurnal para dosen perlu ditingkatkan lewat berbagai cara termasuk klinik penulisan artikel jurnal nasional maupun internasional," ujar Kasie Publikasi Ilmiah Internasional Kemneristekdikti Dhaniek Wardhanie Ratnaningrum pada  'Klinik Penulisan Artikel Ilmiah Nasional' yang diselenggarakan Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) di Semarang.

Menurut Dhani Wardhanie, sejalan dengan semakin bergairahnya menulis jurnal para dosen, Kemenristekdikti juga berupaya meningkatkan jumlah jurnal nasional terakreditasi sehingga pata dosen tidak kesulitan mempublish artikel ilmiahnya. Jurnal jurnal yang selama ini belum terakreditasi, akan didorong agar bisa terakreditasi. Diakui jumlah jurnal nasional terakreditasi masih sangat sedikit sekitar 283, yang rata rata terbit dua kali atau tiga kali setahun dan memuat artikel tidak begitu banyak tiap kali penerbitannya. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI