Riset Bidang Hankam Perlu Dilakukan

SOLO (KRjogja.com) – Komandan Korem 074 Warastratama Kol Inf Maruli Simanjuntak menyambut baik rencana pengembangan riset bidang pertahanan keamanan yang akan dilakukan perguruan tinggi. Rintisan riset ini kelak mampu mengurangi ketergantungan pengadaan persenjataan dari luar negeri.

"Investasi riset pertahanan keamanan memang mahal, tapi hasilnya akan mampu mengurangi ketergantugan pengadaan persenjataan dengan luar negeri," jelas Kol Maruli dalam jumpa pers di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin (15/8/2016).

Sementara ini ada kekawatiran membeli persenjataan dari luar negeri. Karena alat yang dijual kadang sudah usang. Selain itu muncul kerisauan karena menjadikan tergantung dengan produk luar. Meski membutuhkan biaya mahal, riset di bidang pertahanan dan keamanan harus dimulai, tutur Kol Maruli didampingi rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS.

Prof Ravik menjelaskan pasca TNI UNS Technomilitary Festival akan melakukan penelitian di lingkungan TNI. Dalam rangkaian kegiatan itu digelar Workshop Konsorsium Pertahanan Keamanan yang berasal dari perguruan tinggi, TNI, pelaku industri strategis dan lainnya. Tujuan workshop untuk membangkitkan semangat di bidang hankam, riset teknologi hankam.

Untuk menindaklanjuti pertemuan itu akan dilaksanakan tecknical meeting untuk membahas proposal riset yang akan diusulkan. Tecknical metting akan dilakukan di Kementerian Ristekdikti. Di situ proposal proposal yang masuk akan diseleksi yang mampu mengarah pengembangan peralatan hankam.

TNI UNS Technomilitary Festival di kampus Kentingan dinilai berhasil dan terus akan dikembangkan di perguruan tinggi yang lain. Pameran Alutsista di UNS adalah yang pertama dan terbesar. Sebagian peralatan dipamerkan di Yogyakarta dan Semarang. (Qom)

UNS

BERITA REKOMENDASI