Sampai 2019, Hanya Ada 3000 PT di Indonesia

 

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) terus mendorong upaya penggabungan (merger) perguruan tinggi swasta (PTS). Hingga kini tercatat 15 PTS dalam proses merger tersebut.

"Saat ini sebanyak 15 PTS dalam proses merger atau penggabungan. Merger merupakan salah satu prioritas yang kita harapakan berjalan baik ke depan. Untuk itu, kami juga akan berikan kompensasi dan pemberian insentif kepada PTS yang mau merger," kata Menristek Dikti Mohamad Nasir di Jakarta,Minggu (11/03/2017).

Menurut Nasir pemerintah pada akhir 2018 berharap merger dapat mencapai 50 hingga 100 PTS sehingga pada akhir 2019 jumlah PTS di Indonesia bisa berkurang sampai 1.000 PTS dan tinggal 3.000-an PTS.

"Jumlah perguruan tinggi di Indonesia saat ini mencapai 4.554. Angka tersebut didominasi PTS sebanyak 4.342 sedangkan perguruan tinggi negeri (PTN) hanya 112," ungkap Nasir

Adapun perguruan tinggi lainnya, kata Nasirf terdata sebanyak 1.246 perguruan tinggi agama dan perguruan tinggi yang berada di bawah kementerian atau lembaga pemerintah dengan sistem kedinasan. "Bagi yang berada di bawah Kementerian Agama, kami tidak dapat intervensi karena menjadi kewenangan mereka," ujarnya.

Nasir menambahkan PTS yang ada sekarang terlalu banyak sehingga menyulitkan pemerintah dalam mengontrol dan memastikan kualitas dan layanan pendidikan yang baik.

Dirjen Kelembagaan Kemenristek Dikti Patdono menambahkan, pihaknya menyiapkan kompensasi dan insentif bagi PTS yang bersedia melakukan merger. Kompensasi tersebut berupa peningkatan akreditasi, diberi kemudahan menambah program studi (prodi), dan diperbolehkan mendirikan kampus tidak satu hamparan.

"Kompensasi yang kita berikan khusus untuk mereka (PTS) yang mau merger. Tidak berlaku bagi perguruan tinggi yang tidak merger," tegas Patdono.

Dia mencontohkan peningkatan akreditasi bagi PTS dengan akreditas B atau C yang mengajukan merger, setelah merger akreditasinya akan menjadi A. Sedangkan PTS yang terakreditasi B dan A, setelah merger akreditasnya berubah menjadi A.

Terkait dengan kemudahan penambahan prodi, Patdono, mengatakan selama ini salah satu syarat PTS bisa berstatus universitas ialah harus memiliki 10 prodi. Bagi PT yang melakukan merger dan belum memiliki 10 prodi, Kemenristek Dikti akan membantu proses pembukaan prodi baru di PTS yang telah merger tersebut. (Ati)

BERITA REKOMENDASI