Santichon Islamic School Thailand Ikuti English Immersion Program

GUNA meningkatkan kualitas dan daya saing perguruan tinggi, Universitas Islam Indonesia (UII) sampai saat ini terus berusaha menjalin kerjasama dengan berbagai instansi. Karena itu, UII pada tanggal 19 Februari lalu, menawarkan rekrutmen beasiswa UII ASEAN Scholarship (UAS) kepada Santichon Islamic School (SIS), Bangkok Thailand.

Beasiswa ini mulai dibuka pada tahun ajaran 2018/2019. UII juga memberikan kesempatan bagi siswa-siswi SIS untuk mengikuti English Immersion Program yang berkolaborasi dengan CILACS UII.  Program tersebut dibuka oleh perwakilan kedua belah pihak pada Rabu (21/03/2018) bertempat di Ruang Sidang Erasmus, Gd. GPBH Prabuningrat Lt.2 Kampus Terpadu UII. Program ini mendapat dukungan dari Kantor Urusan Internasional UII.

Mr. Prasert Mussari, sebagai president SIS, mengatakan momen kunjungan ini sangat tepat bagi UII dan SIS untuk terus menjalin kerjasama dengan tujuan guna meningkatkan kemampuan bahasa Inggris serta pengetahuan budaya di Indonesia. 

"Saya sangat berterimakasih kepada UII yang telah memfasilitasi acara English Immersion Program serta semua pihak yang membantu mensukseskan acara ini. Saya berharap program ini akan berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun sehingga tujuan-tujuan dari diadakannya kerjasama sekaligus acara ini dapat tercapai.” Jelasnya. 

Wakil Rektor III, Ir. Agus Taufiq, MSc menyambut baik kedatangan SIS Thailand. "Saat ini adalah era perpindahan pelajar di negara-negara ASEAN. Tentunya hal ini sangat penting bagi kita semua khususnya masyarakat ASEAN untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Program ini memberikan banyak manfaat kepada para siswa SIS," ujarnya.

English Immersion Program diikuti sebanyak 11 siswa SIS yang terbagi atas siswa SMP dan siswa SMA. Program tersebut diadakan dari tanggal 21 Maret sampai 17 April 2018. Tujuannya untuk memperkenalkan UII kepada siswa siswi SIS, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, dan sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia khususnya Kota Yogyakarta. 
Program ini juga sangat mendorong pemahaman lintas budaya antar negara-negara di wilayah ASEAN.  Para siswa SIS nantinya akan diberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai kebudayaan dan sistem pendidikan di wilayah regional khususnya di Indonesia. 

Tidak hanya itu, mereka juga dapat meningkatkan kemampuan aspek akademik sekaligus mengasah kemampuan siswa untuk bekerjasama dalam berbagai lingkungan yang berbeda.

Pada akhir program ini, nantinya akan diadakan sebuah Cultural Activity dimana para peserta English Immersion Program akan menampilkan sebuah tarian daerah yang akan dipelajarinya selama program berlangsung. (*)
 

BERITA REKOMENDASI