Sarjana Harus Menguasai IT

JAKARTA, KRJOGJA. com – Rektor Universitas Muhammadiyah  Jakarta (Uhamka)  Gunawan Suryoputro usai wisuda mahasiswa Uhamka di Jakarta Sabtu ( 22/12 2018) mengatakan sarjana harus menguasai IT.

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) mewisuda 2.877 sarjana yang terdiri dari Jenjang Ahli Madya (D3), Sarjana (S1) dan Magister (S2). Acara wisuda ini dihadiri oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, para Pimpinan Tinggi Uhamka dan lainnya.

Mengambil tema “Kesiapan Lulusan Uhamka Dalam Menghadapi Era Disrupsi Revolusi Industri 4.0 “ wisuda kali ini menjadi momen penting bagi Uhamka untuk terus melakukan berbagai terobosan guna meningkatkan mutu dan kualitas lulusannya.

“Industri 4.0 yang membawa banyak perubahan termasuk dalam dunia kerja harus disikapi oleh Uhamka. Tujuannya agar lulusan yang kami hasilkan bisa segera mengakses dunia kerja, bisa beradaptasi dengan dunia pekerjaan yang ada dihadapannya,” kata Rektor Uhamka Prof. Gunawan Suryoputro.

Terobosan yang telah dilakukan oleh Uhamka. Misalnya meningkatkan kemamouan dan ketrampilan dibidang teknologi dan informasi bagi seluruh mahasiswa. Pelatihan ini sifatnya merupakan program tambahan atau pendampingan.

“Kami ingin dengan ketrampilan teknologi informasi, mahasiswa bisa membangun bisnis-bisnis baru, startup, bisa mandiri, mampu bertahan dan memiliki kemampuan inovasi maupun membentuk jaringan atau networking,” lanjut Rektor.

Kemampuan menguasai teknologi informasi dinilai Rektor sangat penting pada era revolusi 4.0. Selain itu tentu kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berwirausaha.
Saat ini Uhamka diakui tengah merancang semacam program peningkatan ketrampilan kerja yang bisa diikuti oleh semua mahasiswa.

Program ini dilakukan kerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi sehingga nantinya mahasiswa yang telah mengikuti program pelatihan akan mendapatkan sertifikasi kompetensi dari Lembaga yang berwenang.

“Dosen yang memiliki ketrampilan kerja untuk beberapa bidang sudah kita miliki, jumlahnya cukup. Mereka bisa menjadi instruktur pelatihan. Dan kita sudah lakukan kerjasama dengan Lembaga sertifikasi kompetensi. Segera kita realisasikan tahun 2019,” tukas Rektor.(ati)

BERITA REKOMENDASI