Sarung Goyor, Potensi Terpendam Sragen

SRAGEN (KRjogja.com) – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo terpesona dengan sarung goyor khas Sambirambe Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen. Jika para pengrajin sarung goyor dibina diyakini bisa menjadi produk unggulan di Sragen.

"Sarung goyor enak dipakai, hangat di saat musim dingin dan adem di saat panas," tutur Farah dan kawan-kawan di kantor Desa Dawungan Masaran, Jumat (26/8/2016), saat memamerkan produknya selama mengikuti KKN. Ada 201 mahasiswa yang diterjunkan di tiga kecamatan yakni Masaran, Kalijambe dan Plupuh.

Menurut Farah, di Sambirambe masih ada sekitar 50 buruh tenun pembuat sarung goyor. Jumlah itu dikawatirkan akan terus berkurang. Salain faktor usia, para generasi muda sulit untuk digerakkan menekuni tenun. "Mereka lebih tertarik bekerja di pabrik-pabrik," katanya.

Sarung goyor produk mereka tersedot ke Solo. Selama ini sudah dipesan oleh seorang pengusaha. Hal ini membuat mahasiswa kesulitan untuk mendorong melakukan inovasi menyangkut desain. Produk sarung goyor Sambirambe sudah tergolong bagus dan relatif mahal dijual Rp 300-400 ribu.

Karena tidak mampu menyentuh desain, maka mahasiswa KKN hanya mampu membantu di bidang pemasaran. Tapi mereka berharap ke depan perlu ada pembinaan agar lahir generasi penerus penenun sarung goyor. Selain itu ada warga setempat yang membuat showroom untuk menampung produk para pengrajin.

Selama mengikuti KKN  mahasiswa melakukan berbagai kegiatan sesuai tema yang diusung diantaranya pemberdayaan usaha mikro menengah, kemudian peningkatan produksi pertanian, perikanan serta peningkatan ekonomi kreatif dan pariwisata. (Qom)

UNS

BERITA REKOMENDASI