Sekolah Pariwisata Banjir Peminat

JAKARTA (KRjogja.com) – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya cukup bangga dengan daya saing dan keberadaan Sekolah Tinggi dan Akademi Pariwisata binaan Kemenpar. Jumlah pendaftarnya naik 20 persen, menjadi 9.800 calon mahasiswa.

"Tahun 2015 masih 8.200 calon mahasiswa. Yang diterima hanya 4.631 mahasiswa saja. Itu menunjukkan bahwa pamor dan reputasi sekolah-sekolah yang melahirkan professional di bidang pariwisata makin dibutuhkan,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata, di Jakarta.

Kemenpar membina empat kampus, diantaranya STP Bandung yang bakal menerima 3.061 mahasiswa, STP Nusa Dua Bali 720 mahasiswa, Politeknik Pariwisata Negeri Makassar 450 mahasiswa, dan Akademi Pariwisata Medan 400 mahasiswa. Masih ada dua lagi yang baru tahun ini menerima mahasiswa, yakni Politeknik Pariwisata Negeri Palembang akan menerima 208 mahasiswa, dan Politeknik Pariwisata Negeri Lombok dengan 120 mahasiswa.

“Sektor pariwisata memang sedang menjadi trending topic saat ini. Lulusan STP Bandung misalnya, 40% bekerja di luar negeri. Akpar Medan 30% juga direkrut oleh perusahaan asing. Rata-rata dari empat kampus itu 30 persen bekerja di luar negeri. Sisanya, terserap habis di sector Pariwisata, bahkan selalu kekurangan, sehingga mahasiswa yang belum lulus pun sudah menjadi rebutan perusahaan,” kata Arief Yahya.

Kondisi ini, kata Menpar menggambarkan mutu pendidikan di sekolah kepariwisataan negeri itu semakin diakui di dunia kerja. Kedua, sektor pariwisata sendiri semakin hidup, bergairah, dan membutuhkan banyak tenaga terdidik. “Karena itu, sistem pendidikan dari model rekrutmen atau penerimaan mahasiswa barunya harus betul-betul dijaga agar out put sarjananya tetap memegang teguh standar kualitas yang ditentukan,” ungkap Arief Yahya.

Deputi Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia, Prof Ahman Sya menjelaskan, mulai tahun ini empat sekolah milik Kemenpar itu diseleksi secara bersama-sama. Namanya, Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi, dan Politeknik Pariwisata (SBM-STAPP), yang digelar serentak di empat Perguruan Tinggi Pariwisata Negeri. Edisi perdana, empat kampus itu diseleksi bersama ini. (*)

 

BERITA REKOMENDASI