Serangan Siber Meluas, Peredaran Data Bocor Tak Bisa Dihentikan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tidak ada yang bisa menghentikan peredaran data secara online, data pribadi yang sudah bocor. Karena format data digital akan menyebar tanpa mengenal batas ruang dan territorial. Sehingga data-data pribadi akan dengan mudahnya dipindahtangankan secara semena-mena, tanpa kontrol dari pemilik data itu sendiri.

“Memanfaatkan data di luar kesepakatan itu tidak diatur dalam UU ITE. Untuk itu, UU Perlindungan Data Pribadi diharapkan akan bisa menutup celah. Sehingga perlindungan data pribadi kita bisa lebih kuat,” tandas Kepala Pusat Studi Forensik Digital (PSFD) UII Dr Yudi Prayudi dalam keterangannya, Rabu (16/6/2021).

Narasumber lain adalah peneliti Pusat Studi Forensika UII Dr (cand) Ahmad Luthfi. Yudi menyebutkan, hal yang tidak kalah pentingnya adalah edukasi terhadap hak pemilik data/pengguna system aplikasi untuk mendapatkan informasi yang jelas dari pengumpulan data yang dilakukan oleh aplikasi tertentu.

Melalui edukasi ini terhadap hak pemilik data ini/pengguna system aplikasi ini, maka setiap orang yang akan menyerahkan data-data pribadinya kepada suatu aplikasi berhak untuk mengetahui institusi mana yang akan mengelola datanya, apa maksud dari pengumpulan data tersebut dan untuk digunakan untuk apa saja. Bahkan apa komitmen dari pengelola data terhadap keamanan data yang dikelolanya, adakah kontak person yang jelas untuk komunikasi dengan institusi yang mengelola data tersebut.

“Ini harus diedukasikan pada user. Karena user berhak tahu. Kalau tidak yakin, tidak harus meng-entry data,” jelas Yudi.(Fsy)

BERITA REKOMENDASI