Setelah Pandemi Corona Usai, Normal Baru Bergantung pada Digital

Senada, Anggi Setiadi (29), dosen PTN di Yogyakarta menambahkan dirinya juga menjadi lebih kreatif di masa physical distancing dengan memanfaatkan aplikasi yang ada.

“Saya ingin memaksimalkan waktu dan aplikasi yang ada, maka saya coba buat program talkshow di Instagram atau Zoom. Intinya sih agar memotivasi orang-orang agar tetap bisa berkarya saat pandemi ini,” ucap Anggi.

Sederet seniman maupun pengusaha kenamaan di Yogyakarta sempat ia ajak untuk berbincang-bincang di kanalnya. Dari situ, ada cukup banyak pengikut yang menonton video talkshow tersebut.

“Kalau mendengarkan cerita mereka, ketika kondisi seperti ini, banyak yang berubah. Mau tidak mau, kita dipaksa untuk memasuki peradaban baru yang harus melek teknologi dan digital,” ungkapnya.

Indhina Saraswati (26) yang bekerja di agensi PR juga mengalami hal yang sama. Ia harus bergantung dengan dunia digital serta meningkatkan kreativitas agar kerjaannya tetap sesuai target.

“Semuanya jadi harus kupindahkan secara daring, seperti web seminar (webinar) dan podcast. Padahal biasanya ya kegiatan di lapangan,” terang Indhina ketika berbincang dengan KRjogja.com. Bagi Indhi, adanya pandemi ini seperti menguji umat manusia yang ada di bumi.

BERITA REKOMENDASI