Setelah Pandemi Corona Usai, Normal Baru Bergantung pada Digital

“Selama ini, kita gembar gembor era digital ini itu, tapi pas dihadapkan dengan situasi yang benar-benar menuntut kita untuk memanfaatkan teknologi dan meminimalisasi tatap muka, malah kewalahan sendiri,” katanya.

Ia menilai, wabah virus korona ini juga memperlihatkan kesempatan untuk melakukan kriminal siber juga sama tingginya, mengingat literasi digital dan pengamanannya kurang diperhatikan. “Ya, namanya pandemi, kita jadi sambil belajar, mana tahu setelah ini kita mengalami apa yang disebut normal baru,” tukasnya.

Keadaan seperti ini memang membuat migrasi digital dipercepat. Dosen Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Adi Cilik Pierewan PhD mengatakan, situasi pandemi mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat.

“Bagi migran digital, mereka cenderung untuk mempercepat cara belajar mereka beradaptasi dengan fitur yang selama ini belum dikenali. Saat ini, mereka punya waktu untuk mengenali proses digitalisasi,” katanya yang sempat menempuh studi di University of Manchester, Inggris itu.

Dicontohkan Adi, salah satu kalangan yang mulai beradaptasi dengan proses digital adalah para penjual buah dan sayur. Biasanya, konsumen akan mendatangi mereka di pasar atau kios. Namun kini, karena himbauan jaga jarak dan di rumah saja, para pedagang harus menjemput bola ke konsumen.

BERITA REKOMENDASI