Universitas Widya Dharma Klaten Kembali Kuliah Tatap Muka

KLATEN, KRJOGJA.com – Setelah hampir tiga bulan kampus lockdown, Univesitas Widya Dharma (Unwidha ) Klaten, kini mulai melakukan kuliah tatap muka kembali. Namun demikian, para mahasiswa yang berasal dari luar Jawa diijinkan untuk masih tetap berada di kampung halaman masing-masing. Dengan catatan mereka terus mengakses materi perkuliahan dengan cara komunikasi langsung pada dosen maupun melalui teman.

Wakil Rektor I Unwidha Klaten Dr. Purwo Haryono M.Hum, di kampus setempat Rabu (10/6/2020) mengemukakan, perkuliahan tatap muka kembali dilakukan sejak Senin tanggal 8 Juni 2020, serentak untuk program studi. Namun demikian, pihak kampus memberikan dispensasi pada para mahasiswa yang saat ini masih berada di kampung halaman, khsusnya di luar Jawa. Pihaknya juga sudah mewajibkan para dosen untuk memberikan akses langsung kepada para mahasiswa yagn masih berada di kampung halaman tersebut.

“Mahasiswa yang dari Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Lampung, Papua dan lainya, sudah melapor jika mereka masih dikampung halaman. Kami tetap memberikan dispensasi, hanya saja mereka harus selalu mengakses materi kuliah, baik langsung ke dosen atau melalui teman sekelas,” kata Dr Purwo Haryono.

Lebih lanjut Dr Purwo Haryono menjelaskan, pandemi Covid 19 benar-benar memebuat shock. Perkuliahan dalam jaringan (daring) yang dilakukan selama hampir tiga bulan tidak efektif dibanding dengan kuliah tatap muka langsung. Ketercakupan materi sangat lambat, dan kepahaman mahasiswa juga lebih rendah, sedangkan tingkat capek mahasiswa maupun dosen justru lebih tinggi dengan perkuliahan dari rumah tersebut.

“Suasana akademik benar-benar menurun. Dengan pertimbangan adanya new normal, dan evaluasi akademik, maka kami kembali melakukan kuliah tatap muka,” tambah Dr Purwo Haryono.

Kuliah tatap muka di masa pandemi dilakukan tetap dengan mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid 16. Tingkat kehadiran mahasiswa cukup tinggi, mencapai 95 persen. Mahasiswa maupun dosen yang memasuki area kampus harus menjalani test suhu tubuh dengan thermo gun, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan harus mematuhi berbagai aturan yang dituangkan dalam surat edaran dari rektor.

Pihak kampus juga menurunkan satgas khusus dari kemahasiswaan untuk melakukan pengawasam ketat, agar tidak ada mahasiswa yang melanggar aturan tersebut. (Sit)

BERITA REKOMENDASI