SKPI, Industri Mengetahui Keahlian Lulusan PT

JAKARTA, KRJOGJA.com – Rektor Universitas YARSI, Prof Dr Susi Endrini di Jakarta,Selasa (30/10/2018) menjelaskan dengan adanya Surat Keterangan Pendamping Ijzah (SKPI) setiap industri akan mengetahui keahlian lulusan. 

"Tahun depan diharapkan jumlah Program Studi (Prodi) di YARSI dapat meraih peningkatan hingga Akreditasi A. Alhamdulillah jika Fakultas Kedokteran telah kembali meraih akreditasi A, kita terus meningkatkan dan mempersiapkan secara matang, terarah, dan terencana dalam proses akreditasi A untuk Prodi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) dan Prodi Fakuktas Ekonomi (FE) serta Prodi fakultas lainnya," ujar Susi.

Untuk target, tahun depan semua Prodi bisa meraih akreditasi A. Salah satu Prodi Ilmu Perpustakaan sudah mendapat akreditasi A dan yang membanggakan, merupakan satu-satunya PTS di Indonesia yang berpredikat tersebut.

Dengan achievment ini dapat kembali memacu Prodi lainnya untuk dapat meraih prestasi serupa. Prof Susi mengatakan setelah akreditasi A (unggul) secara institusi di dapat, akan menuju pengakuan internasional. Dampak positifnya adalah kepada lulusan YARSI, langsung mendapat respon dunia kerja dan jejaring alumninya ikut andil memperkuat akses pengakuan di segala bidang pengabdian.

"Kalau sudah A, tata kelola akan lebih baik lagi. Ibarat seperti bola salju akan saling mempengaruhi dan memacu menjadi yang terbaik. Tidak hanya raihan prestasi dosen terbaik bidang sains-teknologi dan humaniora Kopertis III Kemenristek Dikti, tetapi prestasi akademik dan nonakademik mahasiswa akan tertoreh,"ucap Susi.

Ini tentu, kata dia, sesuai dengan visi mewujudkan Perguruan Tinggi Islam yang terpandang, berwibawa, bermutu tinggi dan mampu bersaing dalam fora nasional maupun spektrum internasional dan termasuk dalam kelompok 500 perguruan tinggi terbaik dunia.

Hal ini juga diamini Dekan FTI Dr Ummi Azizah Rachmawati dan Dekan FE Dr Ir Verni Yulianty Ismail, kedua fakultas yang mereka pimpin akan menyusul mendapatkan akreditasi A dengan perbaikan dan penyesuaian kurikulum berbasis kompetensi untuk peningkatan kualitas akademik.

Prof Susi juga menyebut kebijakan rektorat adalah menyiapkan kurikulum yang di Iengkapi dengan kompetensi lulusan sarjana melalui pelatihan-pelatihan yang disesuaikan kebutuhan dunia kerja dan sesuai standar Revolusi Industri 4.0 berbasis kompetensi lulusan. "Menyiapkan standar-standar . itulah yang nantinya memacu kita untuk bisa bersaing di era Revolusi Industri 4.0,"ucap Susi. (Ati)

BERITA REKOMENDASI