SMK dan Perguruan Vokasi Dapat Pendampingan Intensif dari IDUKA

Dirjen Wikan menjelaskan, secara teknis persyaratan perguruan tinggi vokasi yang bisa melakukan peningkatan program studi adalah dengan melakukan sinkronisasi kurikulum, melakukan pengembangan keterampilan melalui pembelajaran berbasis proyek, memiliki pengajar dari industri minimal 50 jam per prodi per semester, melakukan magang minimal satu semester atau lebih, serta melaksanakan mikro-kredensial dan sertifikasi kompetensi.

“Tak hanya meningkatkan mutu dan kualitas lulusannya, hadirnya program sarjana terapan juga akan meningkatkan minat lulusan SMA/SMK/MA setingkat terhadap pendidikan vokasi. Pasalnya, program studi D-4 memiliki keuntungan yang lebih baik karena memberikan kepastian di masa depan bagi lulusannya, termasuk keberlanjutan karir dan studi lanjutan lulusannya maupun standar penghasilan yang lebih baik,” ungkap Wikan.

Selain itu, program D-4 juga memberikan peluang kelas kerja sama dengan IDUKA secara lebih luas yakni dengan membuka kesempatan menghadirkan materi pelatihan kerja pada kurikulum kuliah, pakar/instruktur dari industri yang mengajar di perguruan tinggi, masa pemagangan mahasiswa yang lebih banyak untuk membuka wawasan ekosistem dunia kerja, porsi perkuliahan dan praktik dengan perbandingan 60:40, serta memiliki kesetaraan kompetensi dengan sarjana (S-1) yang setara pada KKNI level 6.(Ati)

BERITA REKOMENDASI