Solo, Lokasi Uji Pembangunan Jalan Limbah Plastik

SOLO, KRJOGJA.com – Solo menjadi kota ketiga untuk uji gelar pembangunan jalan menggunakan limbah plastik dan karet alam, setelah Bali dan Bekasi. Lokasi yang dipilih jalan di daerah Ngoresen Kentingan Kecamatan Jebres sekitar asrama mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sepanjang 500 meter dan lebar 3 meter.

Inovasi penggunaan polimer plastik dalam pembangunan jalan aspal menjadi solusi dalam menekan tingkat pencemaran limbah plastik yang menggunung di mana-mana. Aspek dengan adanya tambahan unsur plastik dalam pembangunan jalan aspal, membuat jalan lebih tahan terhadap air.

"Dengan adanya campuran limbah plastik terjadi peningkatan stabilitas sampai 40 persen," jelas Tedi Santo Sofyan ST MT, peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Bandung kepada wartawan di kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS Solo, Kamis (26/10).

Penelitian aspal modifikasi memakai polimer telah dimulai sejak 2004 dan atas inisiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman penelitian ini dilanjutkan kembali pada awal 2017 dengan fokus pemanfaatan kantong plastik (tas kresek). Kandungan plastik dimanfaatan untuk menyelimuti agregat yang terdiri pasir dan batu.

Dengan terbungkusnya agregat oleh limbah plastik maka air tidak mudah terserap. Hal ini bisa menambah umur jalan dari ancaman air hujan, tambah Dr Ary Setiawan, sekertaris LPPM UNS. Pengembangan penggunaan limbah plastik dan karet alam terhadap jalan aspal dikerjankan keluarga alumni Fakultas Teknik.

Uji gelar pembangunan jalan menggunakan limbah plastik dan karet alam di Solo, Minggu, menurut rencana dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Ptanowo dan Walikota Solo Fx Hadi Rudyatmo. (Qom)

UNS

BERITA REKOMENDASI