Sosok Ibunda Dibalik Kesuksesan Fahmi Husaen

USAI memenangi perlombaan desain tersebut, Fahmi tengah berusaha menggagas bentuk mobil yang ramah untuk difabel. Fahmi merasa alat transportasi yang memudahkan pergerakan terbatas orang dengan disabilitas adalah kunci bisa berkarya dan bermanfaat untuk orang lain. 

“Saya pikirkan bentuknya mobil lebih kecil dengan roda tiga, dua di depan dan satu di belakang. Tapi masih akan dipikirkan nanti akses masuk kursi rodanya bagaimana, masih terus dimatangkan idenya,” imbuh putera Anik Marwati dan Murtandlo ini. 

Rencana jangka panjang pun sudah disusun Fahmi untuk masa depannya kelak yakni menjadi pialang saham sekaligus mendirikan perusahaan Startup. “Inginnya nanti bisa punya perusahaan Startup kalau sudah lulus, sekarang coba mengumpulkan modal dengan belajar saham,” ungkapnya tersenyum. 

Prestasi Fahmi sendiri tak hanya melulu di bidang otomotif. Tahun 2010 ia mendapat ICT Award, medali perak Olimpiade Sains Nasional Difabel 2015 dan bahkan menulis buku tentang desain mobil 3D.

Ibunda Fahmi, Anik Marwati ternyata menjadi satu sosok penting di balik keberhasilan dan prestasi selama ini. Dengan telaten bersama sang suami, Anik mendampingi puteranya melewati hari demi hari kehidupan hingga kini berada di bangku kuliah. 

Lebih luar biasa, dari empat anak yang dimiliki ternyata tiga diantaranya termasuk Fahmi mengalami penyakit DMD. Tak terbayangkan berapa besar tenaga, pemikiran dan pengorbanan yang dilakukan Anik untuk merawat dan membesarkan putera-puteranya tersebut. 

“Alhamdulillah kami masih diberikan kekuatan sampai saat ini untuk melewati hidup. Sangat sulit memang rasanya, sangat sulit tapi saya harus terus memberikan semangat untuk anak-anak saya,” ungkapnya dengan nada tegar. 

Anik yang juga guru IPA di SMP N 1 Turi tak mengenal lelah menanamkan kepercayaan diri bagi anak-anaknya terlebih yang memiliki kekurangan secara fisik. “Saya selalu bilang, jangan hanya melihat kekurangan kita saja tapi apa yang kamu sukai dan bisa lakukan maka harus dilakukan, buat dirimu bermanfaat bagi orang lain,” imbuhnya tersenyum. 

Kini kedua adik Fahmi yang mengalami DMD masih bersekolah di tingkat SMA dan SD. Anik pun berusaha memberikan kepercayaan diri agar keduanya dan satu puteranya yang lain bisa memaksimalkan bakat yang dimiliki. 

“Kalau saya, intinya apapun yang ingin dilakukan tujuannya agar bermanfaat bagi orang lain karena sejatinya begitulah kehidupan. Semoga kami bisa terus bersemangat dan berkarya bagi sesama,” pungkasnya. (Fxh)

Baca Kisah Lain tentang Fahmi : 

Fahmi Husaen Raih Top 5 Desain Mobil Sport Listrik 2018
Hanya Telapak Tangan dan Kaki yang Bisa Digerakan, Mahasiswa UGM ini Tak Mau Menyerah (1)
Kursi Roda Tak Menghilangkan Cita-cita Fahmi Jadi Programmer (2)
Fahmi dan Rissa Ciptakan Bio Etanol dari Buah Salak

 

BERITA REKOMENDASI