Srikandi UGM Penakluk Stok Kangri Kembali

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Empat mahasiswi UGM yang berhasil mendaki puncak gunung es Stok Kangri di India kembali ke kampus dan disambut di Balairung, Jumat (26/08/2016). Keempat srikandi UGM tersebut adalah  Dita Novita Sari (Fakultas Psikologi), Eva Lutviatur Rohmah Ningsih (Fisipol), Ria Verentiuli (Fakultas Ilmu Budaya) dan Chordya Iswanti (Fakultas Pertanian) yang tergabung dalam UGM International Expedition III 'Peak of The Ancestor' Mapagama. Satu persatu pendaki mendapat kalungan bunga dan ucapan selamat dari Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UGM Prof dr Iwan Dwiprahasto MMedSc PhD.

Dita Novita Sari mengaku pendakian puncak Stok Kangri yang diselimuti es pada ketinggian 6.153 mdpl, sangat jauh berbeda dengan pendakian gunung-gunung di Indonesia. Bahkan saat mendarat di kota Ladakh (awal misi pendakian), nafas para pendaki sudah ngos-ngosan. "Kota Ladakh ini ketinggiannya sama dengan Gunung Slamet, saat menaiki tangga hotel, nafas kami sudah terasa berat," terang Dita.

Dibutuhkan waktu tiga hari untuk menyesuaikan diri (aklimatisasi), sebelum memulai pendakian. Selama pendakian, keempat srikandi didampingi tim support terdiri 2 mahasiswa laki-laki yang bertugas membawa logistik serta dokumentasi. Keduanya adalah Banu Iqra W dan Arif Nasrullah yang juga anggota Mapagama.

Sedangkan Eva Lutviatur Rohmah mengaku, pengalaman paling berkesan selain saat mencapai puncak adalah saat bertemu dengan es (salju). Bahkan Arif langsung memeluk salju dan memakannya. "Saljulah yang membedakan pendakian Stok Kangri dengan pendakian lain," kata Eva.

Lain halnya dengan Banu Iqra yang merasakan selama pendakian selalu diliputi perasaan senang. Pasalnya, selama perjalanan disuguhi pemandangan sangat indah dan menakjubkan yakni Sungai Indus dan Pegunungan Himalaya. "Meski capek tapi senang terus selama perjalanan," katanya.

Para srikandi UGM berhasil mencapai puncak Stok Kangri tepat pada HUT ke-71 Kemerdekaan RI, 17 Agustus. Sesampainya di puncak mereka mengibarkan Bendera Merah Putih dan lambang UGM. Beragam perasaan bangga, bahagia bercampur haru dirasakan para pendaki. "Satu kata untuk mengungkapkan keberhasilan pendakian Stok Kangri yaitu luar biasa," kata Ria Verentiuli.

Iwan Dwiprahasto merasa bersyukur dan sangat bangga kepada para mahasiswa yang berhasil menaklukkan Gunung Stok Kangri dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. Keberhasilan ini bukan semata masalah fisik tapi juga pengetahuan, ketrampilan dan mental kuat yang dimiliki keempat srikandi.

Buyung Saidi, orang tua Dita Novita Sari asal Riau Pekanbaru, tak bisa menghalangi putri keduanya utuk melakukan pendakian Stok Kangri, karena mendaki adalah hobi anaknya sejak SMA. Dengan melihat pengalaman yang dimiliki putrinya, Buyung dan istrinya melepas Dita dengan ikhlas. "Kami dukung Dita dengan doa dan salat, urusan maut adalah urusan Allah," katanya. (R-2)

BERITA REKOMENDASI