STTN Resmi Berubah Nama Jadi Poltek Nuklir

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) resmi berubah menjadi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir), Sabtu (30/10/2021). Perubahan tersebut menyesuaikan aturan pemerintah sesuai program yang diselenggarakan yakni diploma IV.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menyatakan, sekolah vokasi tersebut didirikan sejak 1985 dan berubah menjadi STTN pada 2001. Saat ini dengan transformasi menjadi Poltek Nuklir, diharapkan menjadi pusat pendidikan vokasi terkait teknologi nuklir tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di regional.

“Kami mencanangkan status akreditasi menjadi A dari akreditasi B saat ini, penambahan kapasitas menjadi 1.000 mahasiswa dari 400 mahasiswa saat ini, menambah jumlah prodi mengikuti perubahan/kebutuhan zaman serta menyelenggarakan S2 dan S3 Terapan, dan peningkatan kualitas melalui penguatan global engagement dengan pendidikan tinggi dan linstitusi riset sejenis di LN,” ungkapnya dalam temu pers usai peresmian.

Handoko menambahkan, untuk mencapai target tersebut BRIN akan mendukung secara total melalui beberapa kebijakan konkrit antara lain pembebasan biaya masuk dan UKT bagi seluruh mahasiswa Poltek Nuklir mulai semester depan, penyediaan asrama bagi mahasiswa tahun pertama dan kedua, revitalisasi dan integrasi infrastruktur serta program pendidikan dan riset dengan BRIN Babarsari, peningkatan kuantitas, dan kualitas dosen dengan percepatan peningkatan kualifikasi melalui S2/S3 by-research, peningkatan mobilitaas SDM antara Poltek dan BRIN dalam bentuk pembantu periset (reserch assistantship) BRIN Babarsari dan fasilitas nuklir lain. Juga selain itu dilakukan mobilisasi periset BRIN menjadi dosen di Poltek termasuk mobilisasi pensiunan menjadi dosen dan seluruh dosen maupun mahasiswa wajib menguasai bahasa Inggris.

BERITA REKOMENDASI