STTN Resmi Berubah Nama Jadi Poltek Nuklir

Sementara, Deputi SDM IPTEK BRIN, Edy Giri Rachman Putra menyebut adanya perubahan status ini akan menjadi tantangan baru baik dalam sistem pembelajaran maupun penguatan SDM. Bagaimana melakukan antisipasi lingkungan strategis baik internal maupun eksternal, bagaimana pembelajaran mampu menghasilkan dan mampu menguatkan SDM yang unggul di bidang teknologi nuklir, dan menjadikan lulusan berdaya saing global menjadi pekerjaan menantang dilakukan ke depan.

“Kami juga berpesan pada jajaran Poltek Nuklir yang dilantik agar mampu meletakan dasar kuat sebagai Perguruan Tinggi Vokasi Nuklir satu-satunya di Indonesia dan sangat jarang di negara lain ini. Upaya menguatkan jejaring serta implementasi kerjasama dalam mengembangkan Nuclear Teaching Laboratory / Nuclear Teacing Industry bersama stakeholder dari dalam dan luar negeri juga penting, serta mampu bersinergi untuk mengubah paradigma; semangat; budaya; visi – cita cita menjadikan Poltek Nuklir mengglobal sesuai visi misi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia,” tambahnya.

Program Nuclear Teaching Industri (NTI) sebagai bagian dari link and match antara perguruan tinggi dan industri telah dimulai. Harapannya program ini akan semakin berkembang saat STTN sudah berubah menjadi Politeknik.

“Industri menjadi mitra untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa, sebagai tempat belajar yang nyata, meminimalkan kesenjangan teori dan praktik di dunia kerja. Ini salah satu keunggulan kompetitif untuk mahasiswa Poltek Nuklir dengan bekal sertifikasi Surat Izin Bekerja Petugas Proteksi Radiasi (SIB PPR), SIB PPR Medik, UT (Ultrasonic Test) level 2 dan lisensi Operator Radiografi (OR),” lanjutnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI