Tandatangi Kerjasama dengan Jasindo dan PAI, UGM Siap Wujudkan Aktuaris Kompeten

SLEMAN, KRJOGJA.com – Aktuaris, seorang ahli statistik, finansial dan ilmu komputer untuk mengurai problem keuangan di masa saat ini begitu dibutuhkan oleh masyarakat dan perusahaan keuangan. Namun, sampai akhir 2017 ini profesi aktuaris di Indonesia masih begitu sedikit jumlahnya.

Keadaan tersebut menurut Rianto Ahmadi Djojosugito, FSAI, PhD Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) sedikit bertolakbelakang dengan amanat negara yang tertuang dalam UU no 40 tahun 2014 tentang perasuransian. Dalam pasal 17 ayat 2 menurut dia disebutkan perusahaan asuransi, asuransi syariah dan reasuransi wajib mempekerjakan aktuaris yang secara tak langsung menunjukkan kebutuhan aktuaris profesional di Indonesia sangat banyak.

“Namun memang profesi ini sangat kualifikatif karena harus menguasai ilmu matematika dan ekonomi juga untuk mampu menghitung dampak finansial atas kejadian tak tentu di masa datang. Di Indonesia sendiri jumlahnya masih sangat kurang untuk profesi aktuaris,” ungkapnya dalam kuliah umum di FMIPA UGM Senin (18/12/2017).

Wakil Rektor Bidang Pendidikan Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM Prof Djagal Wiseso Marseno pun mengamini bawasanya hingga akhir 2017 ini Indonesia masih kekurangan tenaga aktuaris profesional. Padahal, trend keuangan kedepan yang semakin detail membutuhkan tenaga ahli di bidang aktuaria.

“Sebagai contoh, di Indonesia baru ada 3 mau 4 program studi aktuaria padahal di negara tetangga seperti Malaysia sudah sampai 60 lebih. Kelemahan kita memang terlambat menyadari pentingnya profesi ini dan UGM mulai berbenah untuk membuat program Aktuaria,” terangnya.

Disebutkan Djagal, program Aktuaria sendiri ditargetkan bisa menerima mahasiswa baru di tahun ajaran 2018 nanti, dengan jenjang Strata 1. “Sementara kami fokuskan ke S1 dulu dan sudah mendapat ijin dari senat. Sisi SDM dan infrastruktur kami sudah siap,  kemungkinan tahun ajaran 2018 bisa dimulai, semoga UGM bisa mencetak aktuaris yang berkompeten di bidangnya,” sambung Djagal.

Dari sisi profesional, Dra Nastiti Evia L, Deputi Direktur PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Persero mengungkap profesi aktuaris di perusahaan asuransi sangat dibutuhkan. Tak heran bila kemudian Jasindo  getol melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dan menggelar program Jasindo Insurance Academy (JIA).

“Profesi aktuaris sangat penting dalam perusahaan asuransi, karena itu Jasindo sangat konsern bekerjasama dengan perguruan tinggi salah satunya UGM yang sebenarnya telah terjalin dua tahun kebelakang. Di FMIPA UGM kami selenggarakan program perkuliahan penyetaraan uji profesi dan sertifikasi aktuaris dari PAI dengan harapan mampu mencetak 1000 aktuaris untuk memenuhi kebutuhan di industri asuransi,” ungkapnya. (Fxh)

 

UGM

BERITA REKOMENDASI