Tenaga Teknik Indonesia ‘Dijual’ Malaysia

YOGYA, KRJOGJA.com – Tenaga Teknik Indonesia (TTI) sebenarnya banyak ‘dijual’ oleh negara Malaysia di kancah internasional. Realitas ini harus disadari, TTI khususnya bidang teknik dan konstruksi siap berkompetisi. Pada masa pandemi Covid-19 haruslah tetap membuat terobosan menyiapkan TTI yang profesional, kompetitif dan inovatif.

Demikian ditegaskan Dr Ir H Suprijo MM MT selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) DIY di Kantor Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT), Jalan Kyai Mojo 70, Yogyakarta, Jumat (04/09/2020). Suprijo mengungkapkan hal tersebut dalam momentum penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Pelatihan dan Sertifikasi antara DPD ASTTI DIY dengan Fakultas Teknik (FT) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta. MoU ditandatangani oleh Drs Agus Priyanto ST MM (Dekan FT-UST) dan Dr Ir Suprijo MM MT disaksikan Ir Zainul Faizien Haza MT PhD (Kaprodi Teknik Sipil FT-UST) dan Muh Hasan (DPD ASTTI DIY).

Menurut Suprijo, Tenaga Teknik Indonesia kualitasnya tidak kalah di kancah internasional. “Setahu saya, TTI dari Indonesia itu justru yang menggunakan negara asing, tetapi lewat negara Malaysia bukan langsung dari Indonesia. Kami risau Indonesia krisis tukang, tepatnya operator,” ujarnya. Untuk itulah, mewarisi semangat juang dan kemandirian Ki Hadjar Dewantara melakukan terobosan lewat pendidikan, pelatihan dan sertifikasi yang profesional. Setelah selesai kuliah memudahkan mencari kerja di Indonesia maupun di luar negeri.

UST

BERITA REKOMENDASI