Tingkat SDM di Maluku, UJB Jalin Kerja Sama Kabupaten Buru Selatan

YOGYA, KRJOGJA.com – Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku. Kerja sama ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Rektor UJB Dr Edy Sriyono MT dan Bupati Buru Selatan, Dr Tagop Sudarsono Soulisa SH MT di Kampus UJB, Jalan Tentara Rakyat Mataram, Badran Yogyakarta, Kamis (29/8/2019).

Baca Juga: Sistem Pendidikan, Jadi Kunci Pembangunan SDM

Rektor mengatakan, kerja sama dengan pihak eksternal baik institusi perguruan tinggi maupun pemerintah daerah sangat diperlukan oleh UJB untuk meningkatkan akreditasi. "Kami menyambut baik kerja sama ini karena akan memberikan banyak manfaat bagi kedua belah pihak," terang Rektor disela acara penandatanganan. Turut hadir dalam acara Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Janabadra, Drs Surjadiman MM, para Wakil Rektor dan Dekan di UJB.

Menurut Rektor, UJB dengan 11 program studi memiliki banyak sumber daya manusia (dosen, mahasiswa) berkualitas serta hasil-hasil penelitian dan program pengabdian kepada masyarakat yang bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Buru Selatan. "MoU jangan berhenti pada seremonial saja, tapi harus ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata. UJB siap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan," ujarnya.

Tagop Sudarsono Soulisa mengatakan, Kabupaten Buru Selatan merupakan kabupaten baru hasil pemekaran pada 2008 dengan potensi alam terbesar di sektor perikanan, kehutanan dan pertambangan. Menurutnya, dukungan dari perguruan tinggi sangat diperlukan untuk percepatan pembangunan. "Sebelumnya, kami sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Manfaatnya sangat banyak ketika kegiatan dilaksanakan bersama-sama," ujar Tagop yang merupakan alumnus UJB.

Baca Juga: Komunikasi Sekolah dan Orangtua Perlu Tingkatkan

Menurut Tagop, kerja sama yang bisa segera direalisasikan adalah pengembangan SDM di bidang pengelolaan keuangan daerah, termasuk dana desa. Polanya melalui pelatihan para kepala desa dan staff dalam mengelola dana desa. "UJB punya Fakultas Ekonomi yang bisa memberikan pelatihan tersebut. Selain itu juga kerja sama bidang teknik dan sosial. Bagi para dosen tentu ini akan menambah angka kredit dosen," pungkasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI