Tingkatkan Ketahanan Pangan Warga, KKNT UAA Beri Pelatihan Pemanfaatan Buah Pisang

BANTUL, KRJOGJA.com – Dusun Santan, Guwosari, Pajangan, Bantul dikenal sebagai desa wisata yang menyajikan berbagai potensi salah satunya adalah budidaya tanaman pisang. Buah pisang yang biasanya penyimpanannya tidak terlalu lama menjadikan alasan mengapa program ini dilaksanakan.

“Buah pisang ini berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi bahan pangan salah satunya dibuat menjadi tepung pisang. Buah pisang yang diolah menjadi tepung pisang kini dapat disimpan lebih lama dan dapat diolah menjadi berbagai macam makanan. Jenis pisang yang dipilih dalam proses pembuatan tepung pisang ini adalah jenis pisang kepok, pengolahan tepung pisang ini selain bertujuan untuk memperpanjang daya awet buah pisang dapat bertujuan untuk menggali komoditas pangan (sumber karbohidrat lokal) untuk meningkatkan ketahanan pangan,” ujar Resti Kurnia Triastanti, S.Gz.,M.P.H, Dosen Pembimbing Lapangan kegiatan ini.

Kegiatan ini digagas oleh Kelompok 7 KKN-T Universitas Alma Ata yang beranggotakan 11 orang mahasiswa dari berbagai macam Program Studi (Prodi) seperti (Ilmu Gizi, Ekonomi Syariah, Pendidikan Agama Islam). Mereka melakukan pelatihan kepada ibu-ibu PKK yang diselenggarakan di salah satu rumah warga dengan memperaktikan proses pembuatan tepung pisang yang dipandu oleh Mahasiswa Gizi yang bernama Meylin Nafaria dan Sauma Devy Ariska.

Pembuatan tepung pisang dimulai dari pemilihan pisang kapok yang masih berwarna hijau, pengupasan pisang, perendaman buah pisang yang telah dikupas kedalam baskom yang berisi air, pengirisan buah pisang diiris tipis setebal 3 cm, pengeringan di bawah sinar matahari/oven dengan suhu 60 selama 6 jam, pisang yang telah kering di haluskan dengan blender lalu di ayak sehinggan diperolehlah tepung pisang.

“Kegiatan ini sangat disambut baik dan atusias oleh ibu-ibu PKK Dusun Santan, sebagian ibu-ibu PKK ingin mempraktikan sendiri dirumah dan mencoba membuat makanan dari tepung pisang. Dengan adanya pelatihan pembuatan tepung pisang ini yang diselenggarakan oleh kelompok 7 KKN-T Dusun Santan diharapkan dapat menjadikan inovasi baru atau peluang bisnis dan dapat menjadikan pisang sebagai olahan makanan yang dibuat dari tepung pisang untuk menambah ketahanan pangan warga setempat,” pungkas Resti.(*)

BERITA REKOMENDASI